Turunkan Angka Kemiskinan, Bupati Minta Fokus Kembangkan Industri Kecil

0
69

LOMBOK BARAT, MetroNTB.com – Gelaran Musrenbang kali ini, Bupati Lombok Barat H. Fauzan Khalid menekankan sinergitas program pembangunan dan pemberdayaan menjadi prioritas dalam mempercepat penurunan angka kemiskinan.

“Saya menginginkan agar seluruh program yang ada harus terintegrasi dan saling bersinergi satu dengan lainnya,” ujarnya saat membuka Musrenbang Kabupaten Lombok Barat di Ballroom Hotel Aruna Senggigi, Senin (12/2)

“Untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan, dalam Musrenbang kali ini kita fokus menumbuh kembangkan industri kecil rumahan. Ini harus diprogramkan secara terintegrasi dan bersinergi. Tidak boleh putus. Tentunya antar SKPD harus saling koordinasi,” tegas Fauzan

Bupati menjelaskan kegiatan Musrebang menjadi pintu masuk mencapai target RPJMD Kabupaten Lombok Barat tahun 2014-2019.

“Sejak awal dibuat di tahun 2014 kemudian mengalami perubahan dan akhirnya direvisi bersama DPRD di tahun 2016,” terangnya

Menurutnya, saat ini Kabupaten Lombok Barat menyisakan satu permasalahan yang harus dicapai, yakni bagaimana meningkatkan angka rata-rata lama sekolah sebagai salah satu pokok persoalan dalam pengentasan kemiskinan.

“Untuk itu, saya berharap agar seluruh SKPD terutama keluarga besar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lobar untuk saling bersinergi untuk mempercepat peningkatan rata-rata lama sekolah di Lobar,” harapnya

“Waktu refleksi akhir tahun kemarin sebenarnya ada dua indikator tersisa, capaian penurunana angka kemiskinan dan rata-rata lama sekolah. Tapi Al hamdulillah kami dapat info dari BPS di awal tahun kemarin, angka kemiskinan di Lombok Barat mengalami penurunan sebesar 0.26 persen,” bebernya

Sehingga, lanjutnya, kemudian secara umum menurunkan angka kemiskinan di Lombok Barat dari 16.50 persen menjadi 16.16 persen.

“Dengan laporan BPS ini indikator penurunan angka kemiskinan sudah tercapai,” tuturnya

Fauzan menjelaskan, sinergitas program maksudnya adalah bagaimana memberdayakan seluruh potensi yang ada, mulai dari hulu hingga hilir.

“Misalnya produksi gula aren,” katanya

Menurutnya, pemberdayaannya bukan hanya tugas Dinas Perindag saja. Tapi mulai dari hulu itu tugas Dinas Pertanian, bagaimana membina petani kemudian menyediakan bibitnya, lalu bagaimana agar menghasilkan hasil terbaik.

Lalu tugas Dinas Perindag bagaimana proses pengolahan, pengemasan dan pemasaran.

“Kemudian dari Dinas Kesehatan melihat  bagaimana agar hasil produksi itu tidak berbahaya, aman dan bermanfaat. Lalu Dinas Koperasi bagaimana membina SDM para petani dari segi koperasi,” terangnya

Untuk itu, Fauzan memberikan alternative solusi, yaitu pemberian bantuan dengan mempertimbangkan sisi kebutuhan produktif sebagai prioritas, terutama yang mengakselerasi penurunan angka kemiskinan.

“Lebih baik sedikit yang kita bantu untuk industri produktif ini. Karena nanti walaupun misalnya hanya satu yang berhasil tapi pasti memiliki efek (ke yang lainnya, red),” pungkasnya

Comments

comments