Tindak Lanjuti Viralnya Berita Kenaikan Harga Terpal, Tim Satgas Pangan Bergerak Cepat

0
100
Foto : Tim Satgas Pangan saat melakukan pemantauan harga terpal di salah satu toko kota Mataram (MetroNTB/Ist)

Mataram, MetroNTB.com – Tim Satgas Pangan Provinsi NTB dan Satgas Pangan Polda NTB terjun ke lapangan lakukan pemantaun sebagai tindaklanjut viralnya berita di media sosial terkait kenaikan harga terpal pasca gempa bumi Lombok.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Hj Putu Selly Handayani mengatakan bahwa pada hari Sabtu (11/8) pukul 15.00 WITA telah dilaksanakan pemantauan harga oleh Tim satgas Pangan yang terdiri dari Plt Kabid PDN Dinas Perdagan NTB Lalu Suparno beserta staf, Kadis Perdagan Kota Mataram Lalu Alwan Basri beserta kabid dan kasi serta satgas Pangan Polda NTB.

iklan RSUD NTB

“Pemantauan ini sebagai tindak lanjut viralnya berita di medsos terkait kenaikan harga terpal pasca gempa bumi Lombok,” ujar Selly melalui pesan Whatsap, Sabtu (11/8).

Ia memaparkan, pemantauan pertama dilakukan di Toko Indoplast, Komplek Pertokoan Mandalika Jl. Sandubaya Blok F/7 Bertais Kecamatan Sandubaya Kota Mataram. Saat itu rombongan diterima oleh pemilik toko, Adi dan Hariyanto.

Ia mengatakan pemilik toko tersebut membenarkan telah menjual 1 buah terpal ukuran 10×10 dengan harga Rp. 1.500.000,- sesuai nota yang tersebar. Terpal yang dijual tersebut adalah terpal tebal peruntukan untuk fuso/truck dengan harga Rp. 15.000,- per meter (harga normal seperti sebelum bencana gempa).

Coin For Lombok

Hal ini lanjutnya, oleh penjual sudah dijelaskan kepada pembeli karena terpal biasa yang harga Rp. 5.000,- per meter dan terpal sedang yang harga Rp. 10.000,- per meter habis stok. Saat ini stok terpal semua jenis habis dan telah memesan lagi. Diperkirakan Senin atau Selasa baru tiba dengan kwalitas biasa.

Pemantauan kedua di Toko Cakra Buana, Jl. Selaparang No. 39 Cakranegara Kota Mataram, dan Tim satgas diterima oleh pemilik toko Fujiadi.

Ia mengatakan, Kepada Tim Satg Fujiadi menerangkan bahwa beberapa hari ini hanya menjual terpal tebal dengan harga Rp. 15.000,- per meter, karena stok terpal biasa yang harga Rp. 5.000,- sampai dengan Rp. 6.000,- per meter habis. Harga penjualan terpal masih normal seperti sebelum gempa, cuma karena banyaknya permintaan stok terpal habis. Dan tidak pernah menjual terpal ukuran 5×6 dengan harga Rp. 60.000,- karena harga stabil dari sebelum gempa Rp. 5.000,- per meter. Jadi harga normal terpal biasa ukuran 5×6 Rp. 150.000,- dan yang tebal Rp. 450.000,-.

Selly menambahkan, Tim Satgas Pangan juga memberikan arahan agar pedagang tidak menaikkan harga pasca gempa bumi lombok dan bersama-sama membantu masyarakat dengan menyediakan barang dengan harga yang wajar sehingga tidak menimbulkan permasalahan baru yang dapat mengganggu Stabilitas Kamtibmas

“Viralnya harga terpal yang dianggap terlalu tinggi dan disebar melalui media sosial,” pungkasnya.

Comments

comments