Ternyata, Praktek Pungli Ditemukan Modus Baru

0
78

MATARAM, MetroNTB.com – Ketua Pokja intelejen sekaligus Dirintelkam Polda NTB Ketua Pokja Intelejen, diwakili Kasubdit IV Dit Intelkam AKBP M.Yunus Junaidi
melaporkan adanya indikasi trend dan modus baru praktek pungli di sejumlah satker pelayanan publik yang tengah diselidikinya.

“Modus ini akan terus dipantau dan diperdalam penelitiannya, sehingga hasilnya benar-benar dapat dimanfaatkan untuk penindakan atau yustisi, bahkan bermanfaat untuk penguatan strategi sosialisasi penyuluhan untuk pencegahan,” tuturnya

Sementara, Pokja Pencegehan, yang juga Kasubdit Bintipluh Binmas Polda NTB, AKBP H. Zamroni mengatakan pihaknya juga terus aktif melakukan pembinaan dan penyuluhan melalui kegiatan sosialisasi ke unit unit layanan publik.

Sedangkan Ketua Pokja Penindakan, Dir Reskrimsus Polda NTB, diwakili salah satu anggotanya menyatakan untuk bulan Januari 2018 ini belum ada kasus OTT yang telah dilakukannya.

“Kini, kami masih menyelesaikan tunggakan 1 kasus OTT tahun 2017 lalu,” katanya

Ditegaskannya, kedepan aksi OTT akan terus dioptimalkan oleh Pokja Penindakan, tentu dengan memperkuat koordinasi dengan pokja intelejen dan UPP wilayah.

Terkait dengan aksi penindakan melalui OTT ini, Kepala UPP, Ismail Bafadal mengingatkan jajarannya, bahwa kasus OTT tidak mesti berujung pada perkara pidana.

“Karena itu, saya meminta agar jangan dipaksakan kasus OTT harus berlanjut ke perkara pidana,” imbuhnya.

Namun, meski tidak otomatis berlanjut menjadi perkara pidana, pokja penindakan dimintanya tidak ragu melakukan penindakan melalui OTT.

“Kalau toh dalam perjalannya, kasus OTT tersebut tidak ditemukan cukup bukti untuk dilanjutkan menjadi perkara pidana, tentu ada mekanisme lain dalam gelar perkara,” tegas mantan Kapolres Bima ini.

Hal terpenting dalam proses OTT tersebut, kata dia, adalah penyidik harus mengupayakan menemukan bukti sebanyak banyaknya.

“Sehingga kegiatan tersebut benar-benar dapat mengeleminir praktek pungli di seluruh instansi pelayanan publik,” pintanya.

Comments

comments