Sungguh Mengharukan, Anak Korban Gempa Tulis Surat Untuk TNI

0
57
Rahman Hidayat (11 tahun), kelas V SDN 2 Tanung, anak korban gempa Lombok yang mengirim surat untuk TNI (MetroNTB/Ist)

Lombok Utara, MetroNTB.com – Pasca terjadinya gempa bumi susulan berkekuatan 7 Skala Richter di Kabupten Lombok Utara pada Minggu malam lalu, menyisakan kepedihan dan kedukaan. Gempa yang memakan ratusan korban jiwa dan ribuan rumah rata dengan tanah.

Atas kejadian tersebut, Personel TNI dari Korem 162/Wb dan jajaran langsung turun membantu evakuasi dan penyelamatan para korban bencana gempa dengan sekuat tenaga dan pikiran berusaha melakukan pencarian korban dan evakuasi korban ataupun penyelamatan korban ke tempat-tempat yang lebih aman.

iklan RSUD NTB

Tidak hanya satuan Korem 162/WB berserta jajaran yang diterjunkan, namun hampir semua satuan TNI langsung dikerahkan mulai dari tim kesehatan, Batalyon Konstruksi hingga tim Psikologi TNI ikut membantu pemulihan psikologi sosial masyarakat khususnya anak-anak.

Melalui Sekolah Gembira yang didirikan Tim Psikologi TNI bersama para relawan Psikologi di Tenda Posko Psikologi, anak-anak sekolah mulai dari usia dini hingga SD diberikan pelayanan secara khusus berupa permainan, melatih bergambar dan mewarnai serta bermain bersama sambil memungut sampah-sampah yang ada dilapangan.

Semua dilakoni dengan tawa dan ceria bersama anak-anak untuk pemulihan mental kepada kondisi semula.

Coin For Lombok

Rahman Hidayat, 11 tahun, seorang anak kelas V SDN 2 Tanung saat diminta untuk menuliskan cita-citanya bersama anak-anak yang lain didalam Posko, ia menuangkan kepolosan isi hatinya diatas selembar kertas yang diberikan tim Psikologi TNI.

Dalam tulisannya, Mamang nama panggilannya menuliskan;

“Citai-citaku menjadi Tentara karena Tentara itu yang terbaik karena Tentara memabntu orang tuaku dan kampung kami semua tentara adalah nomor 1. Di Indonesia aku berjanji kepada ibu bapak yang saya sayangi semoga sehat dan walpiat. Semoga yang menjadi Tentata sekaranga saya doakan untuk bapak semoga bapak selamat“.

Mamang mengakui, Ia menulis itu karena memang melihat langsung bagimana Tentara membantu menyelamatkan orang tuanya pada malam peristiwa naas itu, sehingga ingin menjadi seorang Tentara.(SP)

Comments

comments