Sengketa Tanah, Warga Lombok Utara Akan Demo di Istana Negara

0
141

Lombok Utara – Masyarakat Dusun Lendang Luar, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara akan menggelar aksi di Istana Negara Jakarta. Masyarakat meminta pemerintah membantu mereka mempertahankan tanah di sana.

Tanah seluas 131 hektar yang menjadi hutan tempat bercocok tanam masyarakat Dusun Lendang Luar, diduga akan dijual oleh sebuah perusahaan berinisial PT ISS ke investor Belanda dan Arab Saudi.

Koordinator Persatuan Pemuda dan Masyarakat Lendang Luar, Lukman Hakim mengatakan tanah tersebut sebenarnya milik masyarakat setempat dari zaman para leluhur mereka.

“Warga ingin hutan mereka tetap lestari. Karena kami yang tahu alam  dan keadaan di sini, kenapa pemerintah malah nyuruh orang asing garap hutan kami? Kalau longsor gimana? Kalau banjir gimana,” cetusnya, Kamis, 7 Februari 2019.

Faizul warga setempat juga menyayangkan tingkah perusahaan tersebut, di mana direktur perusahaan pernah memberitahu masyarakat bahwa tanah tersebut akan dijual.

“Kita menduga tanah seluas 131 hektar itu telah dijual ke investor. Karena itu kami warga akan berunjuk rasa di KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan), DPR RI, istana negara, Polri dan KPK,” ungkapnya.

Kecurigaan warga soal tanah mereka telah dijual semakin diperkuat dengan pemasangan plang izin Amdal dan pernah memasukkan alat berat di hutan tersebut.

“Kami takut terjadi longsor dan menimpa kami karena perusahaan itu memasukkan alat berat tanpa memberi tahu warga. Kami minta polisi periksa izin galian c yang membuat perusahaan itu mengeruk material di sana,” ujar Haji Nasip, warga setempat.

Hingga saat ini media ini berusaha mengkonfirmasi pihak perusahaan yang dimaksud. (Red)

Comments

comments