Rohmi : Bersaing, Namun Tetap Berbudaya Santri

0
59
Foto Wakil Gubernur NTB sekaligus Rektor Universitas Hamzanwadi Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat membuka seminar international dengan tema "The 4th Hamzanwadi International Conference on Education (HICE) 2018" di Hotel Lombok Raya Mataram, Sabtu (3/11)

Mataram, MetroNTB.com – Wakil Gubernur NTB sekaligus Rektor Universitas Hamzanwadi Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah membuka seminar international dengan tema “The 4th Hamzanwadi International Conference on Education (HICE) 2018” di Hotel Lombok Raya Mataram, Sabtu (3/11)

Dalam sambutannya Ummi Rohmi panggilan akrabnya mengungkapkan bahwa seminar ini bertujuan untuk menggali gagasan-gagasan akademik dari para dosen, mahasiswa, guru, serta pemerhati pendidikan bahasa dan budaya Indonesia

ADS IRZANI

“Saya mengapresiasi kehadiran para narasumber yang sudah menjalin kerjasama lama dengan Universitas Hamzanwadi,” ungkapnya

Ummi Rohmi menjelaskan, konsep Bersaing dan Berbudaya Santri” yang dikembangkan Universitas Hamzanwadi telah banyak menyelenggarakan event nasional bahkan internasional.

Wakil Gubernur NTB sekaligus Rektor Universitas Hamzanwadi Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat mengalungkan narasumber seminar international dengan tema “The 4th Hamzanwadi International Conference on Education (HICE) 2018” di Hotel Lombok Raya Mataram, Sabtu (3/11)

“Motto, Bersaing dan Berbudaya Santri membawa Universitas Hamzanwadi jauh dari ketertinggalan, kita tidak mau ketinggalan dengan kemajuan dunia saat ini. Bersaing namun tetap berbudaya santri,” tuturnya

Ia memaparkan kerjasama yang dilakukan Universitas Hamzanwadi  sudah lama terjalin dengan berbagai universitas di dunia. Hal ini terkait dengan telah sering kalinya event internasional yang di gelar.

“Ini event yang keempat dan kita sudah lama bekerja sama dengan berbagai universitas dunia, kita sadar hidup dimasa sekarang tidak bisa lepas dari networking hubungan antar negara,” imbuhnya.

Terkait tema yang diambil, Ummi Rohmi mengatakan, ini bagian terpenting untuk tetap memberikan pendidikan berkualitas sehingga keberlangsungan pendidikan tetap beriringan dengan kemajuan zaman.

“Berinteraksi dengan universitas dan terus meningkatkan kerjasama program terutama dalam bidang penelitian, universitas tanpa kualitas tidak ada apa-apanya,” katanya

Hadir sebagai narasumber yaitu Prof. Keith Robert John Wood, Phd, dari Universitas Brunei Darussalam, Prof. Dr. Muhammad Syukri Bin Saud dari Universitas Teknologi Malaysia, Associate Prof. Gerrard Marchesseau, Phd, dari Universitas Pendidikan Naruto Jepang, Associate  Ravinesh Rohit Prasad, Phd, dari Fiji, dan Presiden TEFLIN Prof. Dr. H. Joko Nurkamto, MPd dari Universitas Negeri Surakarta. (*)

Comments

comments