Ribuan Kader Posyandu Lobar Ikuti Jambore Kader Kesehatan

0
60
Keterangan Foto : Kepala Dikes Lobar H. Rachman Sahnan Putra (kanan) bersama Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Hj. Ermalena saat memotong vita sebagai tanda dibukanya Jambore Kader Kesehatan tahun 2018, 1 Desember 2018 (MetroNTB/Hms)

Lombok Barat, MetroNTB.com – Ribuan kader posyandu se-Lombok Barat (Lobar) mengikuti kegiatan tahunan Jambore Kader Kesehatan tahun 2018, Sabtu (1/12).

Kegiatan yang digelar Dinas Kesehatan (Dikes) Lobar dalam rangka memeriahkan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-54 ini kembali digelar di Lapangan Suranadi, Kecamatan Narmada selama dua hari.

Turut hadir dalam pembukaan jambore kader kesehatan tersebut Bupati Lobar H Fauzan Khalid dan jajaran, Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI, dr. Kirana Primatasari, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Hj. Ermalena, Anggota DPRD Lobar, Kepala Basarnas, para Kepala Puskesmas se-Lobar, Kepala Desa se-Kecamatan Narmada dan masyarakat.

Kepala Dikes Lobar H. Rachman Sahnan Putra mengatakan bahwa jambore ini merupakan acara tahunan yang merupakan ajang silaturahmi dari para kader di Lobar.

“Forum ini menjadi media yang bersifat edukatif dan komunikatif untuk meningkatkan tali silaturahmi dalam rangka meningkatkan kinerja pelayanan kesehatan di Lombok Barat,” kata Rachman dalam laporannya

Selain silaturahmi, lanjutnya kegiatan jamboree juga untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas kader tentang tupoksi untuk mendukung program Gerakan Masyarakat yang dicanangkan pemerintah pusat.

“Jambore ini diharapkan mampu mengajak masyarakat membangun Lombok Barat menjadi masyarakat yang sehat,” cetusnya

Rachman juga menyampaikan terima kasihnya kepada kinerja para kader sehingga Lombok Barat berhasil menurunkan angka kasus stunting di Lombok Barat.

Dijelaskannya, di Lombok Barat, masalah stunting merupakan masalah sangat krusial. Di tahun 2007, angka stunting menyentuh 49,8% bayi lahir dalam keadaan pendek. Setelah diintervensi dengan program, maka di tahun 2016 turun menjadi 32%.

“Saat ini, angka tersebut telah menurun sampai 28,9% yang sebenarnya ditargetkan tercapai di tahun 2020 nanti. Bahkan angka tersebut berada di bawah rata-rata nasional,” terangnya

Dari capaian itu, kata dia tahun lalu Kabupaten Lombok Barat bersama tiga daerah lainnya ditunjuk pemerintah pusat menjadi daerah percontohan menurunkan angka stunting se-Indonesia.

Tahun ini Lombok Barat menerima penghargaan Indeks Kelola bagi Pemerintah Daerah yang berprestasi dalam mengelola APBD di bidang pembangunan kesehatan dari salah satu media riset ternama Katadata.

“Semua itu menjadi bukti komitmen kuat dari kepala daerah dan jajaran mengatasi isu nasional di bidang kesehatan ini,” tandasnya

Bupati Lombok Barat, H Fauzan Khalid saat memberikan sambutan (MetroNTB/Hms)

Sementara itu, Bupati H. Fauzan Khalid berpesan agar seluruh prestasi yang diraih dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan untuk masyarakat.

“Prestasi jangan hanya buat kita bangga lalu statis. Tapi kita harus bangga, kemudian bersyukur dan harus ditindaklanjuti dengan berusaha lebih keras lagi demi masyarakat Lombok Barat yang sehat dan sejahtera,” pesannya.

Fauzan berharap, sebagai ujung tombak para kader dapat terus meningkatkan kualitas dan berinovasi untuk mewujudkan masyarakat Lombok Barat yang sehat.

“Di tahun-tahun yang akan datang penuh persaingan dan kompetisi. Untuk itu kita harus siap. Salah satunya masyarakat kita harus menjadi masyarakat yang sehat,” tegasnya

Setelah sebelumnya membentuk dai kesehatan untuk menyebarkan pola hidup sehat melalui ceramah agama, salah satu langkah yang akan diambil bupati untuk mewujudkan masyarakat sehat yakni dengan membentuk ‘bunda posyandu’ mulai dari tingkat kabupaten hingga tingkat dusun.

“Tujuannya agar banyak pintu masuk sehingga lebih memperhatikan kader kita yang ada di tingkat kabupaten hingga tingkat pelosok. Karena kader posyandu adalah andalan kita untuk mensosialisasikan bagaimana cara hidup sehat dan sumber keteladanan bagi masyarakat kita untuk menciptakan pola hidup sehat,” pungkasnya (Hms/Mn)

Comments

comments