Relokasi RSUD Ke Balai Benih, Ancam Mata Pencaharian Petani

0
129

Sumbawa, MetroNTB.com – Front Nahdliyin Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA) komite Sumbawa menilai pemilihan Balai Benih Utama (BBU) yang berlokasi didesa Kerato sebagai areal relokasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumbawa mengancam mata pencaharian para petani dan kehidupan masyarakat kabupaten Sumbawa

“Balai Benih Utama (BBU) merupakan sentra produksi benih padi unggul ditingkat Kabupaten,” ujarnya seorang penggiat FNKSDA Fikri Alsyatri, Kamis (4/10)

ADS IRZANI

Menurutnya, keberadaan Balai Benih sangat membantu para petani untuk mendapatkan bibit padi yang berkualitas.

“Penggunaan benih yang diproduksi oleh BBU dapat meningkatkan hasil panen petani hingga 20 persen,” kata Fikri

Ia menjelaskan bahwa terdapat 4 jenis benih padi, yaitu Benih Perjenis (BS), Benih Dasar (BD), Benih Pokok, dan Benih Sebar (BR). Untuk benih pertama (BS) diproduksi oleh oleh Badan Litbang Kementrian Pertanian.

Benih Perjenis ini kemudian diserahkan kepada Balai Benih Induk (BBI) yang berlokasi di provinsi untuk ditanam dan dikembangkan menjadi Benih Dasar (BD) dan Benih Pokok (BP).

Benih Pokok (BP) yang dihasilkan oleh provinsi diserahkan kepada Balai Benih Utama (BBU) yang berlokasi ditingkat kabupaten, disini Benih Pokok tersebut diperbanyak menjadi Benih Sebar (BR). Benih Sebar inilah kemudian yang didistribusikan kepada produsen dan para petani untuk dijadikan sebagai bibit padi.

“Jika RSUD ditempatkan di BBU, maka petani tidak akan lagi bisa mendapatkan Benih Padi unggul dan ini akan berdampak pada hasil panen yang menurun drastis. Ini akan mengancam kehidupan petani dan masyarakat Sumbawa,” jelas Fikri

Sementara itu, rencana relokasi RSUD ke BBU tidak dibarengi dengan perencanaan dimana BBU akan ditempatkan.

Pemda Sumbawa yang diwakili oleh Asisten 2 Bupati pada acara hearing dikantor DPRD Sumbawa Rabu kemarin, mengatakan bahwa lahan pengganti BBU tetap kita fikirkan.

“Harusnya jika RSUD ditempatkan di BBU, 3-4 tahun sebelumnya BBU telah direlokasi terlebih dahulu. Relokasi BBU juga tidak sembarangan, lahan pengganti BBU harus memenuhi kriteria lahan yang subur, mempunyai irigasi teknis, faktor lingkungan yang mendukung, kapasitas menahan air, dan kemudahan akses ke lokasi,” katanya

“Karena yang terpenting dari BBU bukanlah bangunan kantornya, tetapi areal persawahan yang memnuhi kriteria diatas. Karena ini menyangkut benih padi dan jumlah panen petani kedepannya,” pungkasnya (Gaf/Mn)

Comments

comments