Rektor Universitas Tidar Magelang Menilai TGB Mampu Mensinergikan Nilai Spiritual Islam Dalam Kepemimpinan

0
124

NUSA TENGGARA BARAT, MetroNTB.com – Juru bicara Pemprov NTB, Yusron Hadi mengatakan, menutup perjalanan safari dakwah selama 3 hari di  Jateng dan DIY.

Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi memberikan ceramah tentang Konsep Spiritualitas dalam Kepemimpinan dihadapan Rektor dan Civitas Akademika Universitas Tidar Magelang, Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Magelang dan tokoh masyarakat serta seluruh tokoh agama Kota Magelang, di Kampus Universitas Tidar, Kota Magelang, Minggu (14/5/2017).

Kata Yusron, dalam ceramah yang digelar pada acara silaturahmi tersebut, TGB menjelaskan bahwa konsep spiritualitas dalam kepemimpinan itu setidaknya menyangkut dua hal.

“Yaitu dari sisi konsep kepemimpinan yang memang diberikan Allah SWT kepada manusia dan dari sisi nilai kepemimpinan,” jelas TGB.

Menurut doctor lulusan Universitas Al Azhar, Kairo Mesir ini mengatakan, kepemimpinan pada hakekatnya bersumber sepenuhnya dari Allah SWT, dan memang diciptakan Allah kepada manusia.

“Namun kepemimpinan juga membutuhkan ikhtiar manusia,” jelas cucu pendiri NW ini.

Sedangkan dari sisi nilai, TGB menjelaskan bahwa spiritualitas dalam kepemimpinan mengacu kepada seperangkat nilai untuk menjadi pedoman seorang pemimpin dalam menjalankan fungsi kepemimpinan.

Nilai utama dalam Islam adalah Allah menciptakan  nilai  keadilan jauh sebelum penciptaan langit dan bumi. “Itulah spiritualitas yang tinggi, menyadari keadilan adalah pesan Tuhan,” ungkapnya

Mengutip penjelasan ulama Ibnu Taimiyah, TGB menyampaikan bahwa masyarakat Islam tanpa adanya nilai keadilan maka akan sulit maju.

“Sebaliknya, ada masyarakat yang tidak beriman kepada Allah namun karena disitu ada dimensi keadilannya maka mereka bisa mendapatkan kemajuan di dunia ini,” tuturnya.

Spiritualitas dalam kebijakan diwujudkan tidak hanya dalam tataran peraturan normal prosedural, tapi juga perlu adanya nilai substansi dan keberpihakan.

“Perlu ada keberpihakan kepada orang-orang yang memang memerlukan keberpihakan,” tandas TGB.

Lebih lanjut, TGB menegaskan bahwa nilai spiritualitas dalam kepemimpinan dapat digunakan oleh siapapun dan dengan latar belakang apapun.

“Menegakkan keadilan dan memberikan pembelaannya kepada orang yang memang harus dibela, itu bisa dilakukan oleh siapapun,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Tidar Magelang, Prof. Dr.Cahyo Yusuf, M.Pd menilai Gubernur NTB adalah sosok pemimpin (umara) sekaligus ulama yang dinilai mampu mensinergikan nilai-nilai spiritualitas islam di dalam kepemimpinan.

“Saya menilai Tuan Guru Bajang telah mampu mensinergikan nilai spiritual Islam dalam memimpin NTB, sebagai ulama dan umara,” pungkasnya. (Mn)

Comments

comments