Poskogasgabpad TNI Serahkan Huntap Risha Kepada Pemda KLU

0
75
Foto : Komandan Poskogasgabpad Mayjend TNI Madsuni menyerahkan Huntap Risha kepada salah satu warga (MetroNTB/Hms)

Lombok Utara, MetroNTB.com – Sekertaris Daerah Kabupaten Lombok Utara (Sekda KLU) Drs H Suardi, MH bersama Komandan Poskogasgabpad TNI Mayor Jenderal Madsuni melakukan serah terima berupa 10 huntap Risha tahan gempa kepada Kelompok Masyarakat (Pokmas) Semeret 1 Dusun Temuan Sari Desa Akar Akar Kecamatan Bayan kemarin (20/11).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris BPBD KLU, Evi Winarni, Kepala Desa Akar Akar, Akarman, Kepala Dusun se-Desa Akar Akar, Pengurus Pokmas dan masyarakat setempat beserta tamu undangan lainnya.

Kepala Desa Akar Akar, Akarman menyampaikan ucapan terima kasih sebesar-besarnya kepada Kogasgabpad dan anggota, dengan selesainya pembangunan Risha berkat bantuan TNI.

“Inilah rumah masyarakat kami di Dusun Temuan Sari bisa jadi dan bisa ditempati pada Pokmas Semeret 1. Sebagai percontohan rumah Risha tahan gempa,” katanya

Pihaknya menegaskan kepatuhannya kepada pemerintah daerah untuk melakukan seluruh petunjuk teknis pemerintah pusat dari 30 Pokmas yang ada di Desa Akar Akar sudah kami SK-kan.

“Sisanya 17 Pokmas sedang proses pemindahan rekening dari individu ke Pokmas,” tegas Akarman

Ia juga berpesan kepada pengurus Pokmas yang hadir, bahwa  disaksikan bersama 10 unit rumah Risha sudah terbangun.

“Masyarakat lainnya segera menyusul dalam proses mempercepat pembangunan,” cetusnya

Sementara itu, Sekda KLU Drs H Suardi, MH mengatakan, Lombok Utara merupakan daerah paling banyak rumah yang mengalami rusak berat, namun banyaknya bantuan masyarakat sehingga tak bersedih, lantaran ada bantuan dari semua pihak.

“Dengan bantuan itu, semua kami bisa menatap kehidupan mendatang lebih baik. Banyak dinamika yang kami hadapi termasuk responsif menyikapi bantuan stimulan pemerintah pusat,” ujarnya

Dengan kehadiran TNI, lanjutnya, sangat membantu masyarakat, mulai dari gempa pertama sampai berakhirnya tugas Poskogasgabpad.

“Tentu kami tidak bisa membalasnya. Meskipun hari ini tugas Kogasgabpad berakhir. Namun kami berharap kedepannya, kita bisa bertemu dan saling membantu kembali,” ucapnya

“Pemda dan masyarakat, memohon maaf bila selama berinteraksi ada yang yang kurang baik sekaligus berterima kasih atas bhakti TNI dalam penanggulangan bencana gempa bumi ini,” tutur Sekda.

Sementara, Komandan Poskogasgabpad Mayjend TNI Madsuni menyampaikan bahwa pembangunan 10 rumah Risha diselesaikan dalam 10 hari dan dilakukan oleh 10 prajurit, sebagai percontohan bagi masyarakat.

“Risha ini sebagai percontohan untuk masyarakat Akar Akar dan Bayan pada umumnya. Nantinya kelanjutan pembangunan Huntap masyarakat dilanjutkan oleh Dansektor,” terangnya

Harapannya nanti setelah dibangun, kata dia, banyak masyarakat yang ikut membangun kembali rumah-rumah tahan gempa.

“Sejak tiga bulan, kami TNI melakukan penanggulangan. Mulai dari pengobatan bagi masyarakat, membersihkan puing-puing bangunan rumah dan lainnya,” ulasnya.

Ketua Pokmas Semeret 1, Zainuddin menuturkan bahwa anggota Pokmas yang berjumlah 10 orang warga terdampak gempa, sudah dari awal memilih rumah jenis Risha.

Hal ini dikarenakan proses pembangunannya cepat, apalagi sekarang musim hujan sudah tiba.

“Dalam prosesnya, pengelolaan pada Pokmas mudah. Kami juga merasa bersyukur atas bantuan stimulan Pemerintah Pusat dan pembangunan rumah Risha yang begitu cepat, berkat bantuan dari TNI dan pendampingan dari Kementerian PUPR,” imbuhnya.

Rumah jenis Risha merupakan satu dari opsi-opsi rumah tahan gempa. Diantaranya Rumah Instan Konvensional (Riko), Rumah Instan Kayu (Rika).

Bahkan kini ada Rumah tahan gempa berbahan baja, bambu, papan, atau bahan lainnya yang tetap berkategori tahan gempa (Hms/Mn)

Comments

comments