Ponpes Daarusy Syifaa Dukung Polri Tolak Faham Radikalisme Dan Terorisme Di NTB

0
93
Pimpinan dan Laskar Ponpes Daarusy Syifaa, Tafaul Hamry Jaya, Ustadz Taufan Iswandi M.Si dan beberapa tokoh  Ponpes Daarusy Syifaa melakukan foto bersama dan membentangkan spanduk bertuliskan "Dengan Semangat Ukhuwah Islamiyah Bersama Kita Jaga Keutuhan NKRI, Tolak Faham Radikalisme dan Aksi Terorisme" Minggu 3 Juni 2018 (MetroNTB/Istimewa)

LOMBOK TIMUR, MetroNTB.com – Pimpinan dan Laskar Ponpes Daarusy Syifaa, menyatakan sikap mendukung Polri menolak faham radikalisme dan aksi terorisme. Sebab, aksi teror seperti kejadian di Surabaya itu tidak dibenarkan oleh ajaran agama Islam.

Hal itu ditegaskan Ustadz Tafaul Hamry Jaya, didampingi Wakil Direktur sekaligus Ketua Laskar Ponpes Daarusy Syifaa Ustadz Taufan Iswandi M.Si, dan Ustad Huryadi, saat membuka pengajian menjelang waktu Maghrib pukul 17.00 Wita, di Masjid As Salam Ponpes Daarusy Syifa dusun Dasan Tereng, desa Tirtanada, Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur (Lotim), Minggu (3/6/2018).

“Tindakan yang dilakukan oleh kelompok tersebut tidak dibenarkan atau mereka bukan orang yang memiliki pemahaman agama Islam sebenarnya,” tegas Tafaul Hamry Jaya, menanggapi aksi teror bom di Surabaya yang terjadi belum lama ini.

Dalam tausiyahnya di hadapan sekitar dua ratus lebih jama’ah, Tafaul menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan akhlak perang pada zaman Nabi Muhammad SAW  tidak diperbolehkan untuk membunuh anak anak, wanita, orang tua yang sudah lanjut usia (lansia), pemuka agama, merusak pohon atau tanaman dan merusak tempat tempat ibadah.

“Hal tersebut merupakan etika atau akhlak di medan perang, apalagi di tempat yang bukan medan perang atau tempat damai seperti di Negara Indonesia,” tuturnya

Tindakan pengeboman dan pengrusakan, ditegaskan Tafaul, tidak pernah diajarkan oleh Islam. Itu pekerjaan orang yang tidak punya pekerjaan.

“Bagi orang Islam jangankan di wilayah damai, di wilayah perang saja Allah mengharamkan membunuh anak anak, wanita, kemudian membunuh orang tua, merusak tempat ibadah, membakar pepohonan,” tegasnya lagi

Karena itu, lanjut Tafaul, siapa saja yang melakukan pengerusakan di wilayah damai itu merupakan kejahatan besar atau dosa besar, sebab Indonesia ini wilayah damai.

“Terkait persoalan adanya orang orang Islam yang terlibat, mungkin disebabkan karena kebodohannya atau karena kepentingan dunia. Karena itu apa saja yang menjadi pengerusakan di Indonesia, haram hukumnya dan tidak boleh diikuti serta tidak boleh ditegakkan karena Indonesia bukanlah wilayah perang,” cetusnya

Di akhir pengajian Tafaul Hamry Jaya, Ustadz Taufan Iswandi M.Si dan beberapa tokoh  Ponpes Daarusy Syifaa melakukan foto bersama dan membentangkan spanduk bertuliskan “Dengan Semangat Ukhuwah Islamiyah Bersama Kita Jaga Keutuhan NKRI, Tolak Faham Radikalisme dan Aksi Terorisme”.

Comments

comments