Pesona Dan Daya Tarik Cawabup Pilkada Lotim

0
27

MATARAM, MetroNTB.com – Harus diakui bahwa pesona dan daya tarik Pilkada lombok timur justru terletak pada figur papan dua (Cawabup) pada tiga Paslon yang diusung koalisi parpol masing masing itu. Keberadaan ‘the rising star’ para Cawabup Lotim ini menarik diamati karena ketokohan dan latarbelakang afiliasi politiknya.

“Dus, tentu para Cawagub memiliki peran penting dan strategis dalam memenangkan Pilkada Lotim. Maka  eksistensi mereka dalam memback up para Cabup tidak boleh dipandang sebelah mata,” kata Direktur M16, Bambang Mei Finarwanto kemarin, (19/1)

M16 menilai keberadaan Cawabup pendatang baru dalam Pilkada Lombok Timur tentu dihajatkan untuk mendukung dan memback up pergerakan para Cabup guna meraih suara pemilih.

Iklan Karman

“Para Cawabup ini ibarat votegetter untuk mendulang suara pemilih,” ujar Direktur M16

Didu panggilan akrab Direktur M16 mengatakan, para Cawabup yang berbeda maqom dan fatsun politiknya tersebut memiliki rekam jejak yang cukup mumpuni dimata konstituen .

Burhanudin Lebaran

Paket Samsul Lutfhi dan H. Najamuddin Moestafa (Fiddin) yang merepresentasikan kekuatan Jamaah NW dan kaum Nahdliyin ini dipandang sebagai kuda hitam dalam pilkada lombok timur.

Hal ini cawabupnya H. Najamuddin sebagai mantan Ketua DPW PKB NTB maupun mantan anggota DPRD NTB memiliki jejaring yang tetap terawat baik dikalangan jamaah NU Lombok Timur. Cawabup dengan songkok khas Turki ini merupakan pendatang dalam kontestasi Pilkada NTB.

“Pesona paket Fiddin ini justru terletak pada figur Cawabupnya yang dapat mendongkrak elektabilitas Fiddin,” kata Didu

Kisah kekalahan Samsul Luthfi dalam Pilkada Lotim tahun 2013 silam, lanjut Didu, dijadikan pelajaran penting agar tidak terulang kembali. Konon saat itu jamaah NW menginginkan agar Lutfhi menjadi papan satu.

Iklan Wartiah PPP

“Sekarang Samsul Lutfhi papan satu pilkada Lotim,  jadi tidak ada lagi buat  alasan NW untuk tidak kompak dan bersatu,” ungkapnya

Perpaduan kekuatan Jamaah NU dan NW dalam paket Fiddin, menurutnya, merupakan sejarah baru dalam konstelasi Pilkada Lombok Timur.

“Inilah cerminan power politik yang sanggup meraih simpati publik lombok timur,” jelas Didu sembari menambahkan H Najamuddin dan warga Nahdliyin memiliki posisi sentral dalam melapis meraih simpati rakyat Lombok Timur.

Direktur M16 menambahkan dengan tagline “muda dan merakyat” , paket Fiddin tentu dihajatkan untuk meraup suara pemilih yang segmentasinya rakyat biasa dan pemilih pemula lombok timur. Maka branding dan taktik meraih simpati konstituen akan berkaitan kebutuhan rakyat pada umumnya (jamaah) dan ekspektasi kaum muda lombok timur.

“Disinilah ujian paket Fiddin membuktikan jargon politik agar bisa membumi dikalangan rakyat dan kaum muda lintas kepentingan,” tambahnya.

Sementara, Paket Sukma yang  Cawabupnya H Rumaksi dengan  segudang pengalaman malang melintang sebagai politisi dan anggota DPRD beberapa periode baik di Kabupaten maupun Provinsi yang representasi figur dari utara tentu memiliki pengalaman dan tahu medan loyalis pemilihmya.

“Haji Rumaksi saat ini sudah diidentikkan mewakili masyarakat pemilih wilayah utara,” kata Didu

Dikatakannya, bagi sebagian warga Lotim bagian utara, H Rumaksi yang sekarang anggota DPRD NTB dari partai Hanura, dikenal sebagai politisi tua yang merakyat dan senantiasa memahami maksud rakyat.

“H Rumaksi tipologi politisi yang bersahaja dengan konstituennya,” ungkap Direktur M16.

Sementara “Paket Hairul Warisin H Machsun (Harum)” yang di usung Gerindra, PKS dan PAN tidak boleh diremehkan, selain incumbent juga cawabupnya H Machsun memiliki kapasitas, resources dan jaringan yang cukup baik.

Sebagai politisi udayana yang juga pengusaha sukses lombok Timur , H Machsun tentu memiliki kelebihan dalam menarik dukungan dari pemilih lombok timur , khususnya melalui jejaring bisnisnya.

“Sebagai incumbent, Hairul Warisin tentu memiliki kalkulasi politik sendiri dengan berpasangan dengan H Machsun,” lanjut Didu

Didu memprediksi dalam Pilkada Lotim ini kampanye hitam tidak akan dilakukan oleh para kandidat. Hal ini ada semacam kesepahaman tak tertulis yang paham maksud,  agar pilkada Lotim dijadikan ‘pertarungan gentlemen dan fairplay’ untuk meraih dukungan warga Lombok Timur.

“Black campaign tidak dikehendaki karena akan menciderai nurani dan jiwa petarung politik para satria ini,” pungkasnya. (De/Mn)

Comments

comments