Pengurus Pemuda Pelopor Gerakan Anti Napza Dikukuhkan

0
73

LOMBOK TENGAH, MetroNTB.com – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Lombok Tengah mengukuhkan Pengurus Pemuda Pelopor Gerakan Anti Napza Berbasis Masjid. Pengukuhan berlangsung di Masjid Nurul Islam Kelurahan Leneng, Praya Rabu, (9/5)

Ketua Pemuda Pelopor Gerakan Anti Narkoba, Anjar Siswara menjelaskan bahwa gerakan ini lahir karena kegalauan, banyaknya pemuda-pemuda Lombok Tengah yang diciduk karena kedapatan mengkonsumsi bahkan mengedarkan narkoba.

Karman Ad

“Ini harus kita sama-sama saling ingatkan, baik keluarga kita, sahabat kita agar tidak main-main dengan Napza ini,” jelasnya

“Narkoba ini harus kita perangi, generasi muda kita sayangi dan lindungi supaya tidak terjerumus oleh Narkoba, masa depan mereka tidak boleh rusak gara-gara kelalaian kita sebagai sahabatnya atau keluarganya yang tidak memberikan peringatan,” katanya

Anjar mengatakan, setelah resmi terbentuk pemuda pelopor gerakan anti Narkoba ini nantinya akan bermitra dengan Dispora Lombok Tengah dan BNN untuk lebih banyak melakukan kegiatan bersifat pencegahan dan pembinaan supaya para remaja terhindar dari narkoba ini.

Pemprov 300×600

“Selain itu, kami akan melakukan penyisiran dan pendataan untuk mengetahui daerah-daerah dan yang terindikasi sudah terkena barang haram ini untuk dilakukan pembinaan agar mereka sadar dan menjauhi narkoba tersebut,” cetusnya

Sementara, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Lombok Tengah, H Supli yang menjadi inisiator dan penggagas digelarnya acara penyuluhan yg dilaksanakan oleh Dinas Pemuda dan Olah Raga Kab. Lombok Tengah tersebut mengakui bahwa saat ini generasi muda dikepung oleh ancaman bahaya Narkoba, masuk ke Indonesia berton-ton untuk menghancurkan generasi muda Indonesia.

Menurutnya, generasi muda merupaka generasi masa depan bangsa. Ketika generasi muda menjadi korban maka tidak hanya pada dirinya tapi keluarga juga akan menjadi korban.

“Pada banyak kasus sebuah rumah tangga menjadi sangat bermasalah baik secara ekonomi maupun sosial gara-gara persoalan anaknya yg kecanduan narkoba, orang tua mengeluarkan biaya besar dikarenakan membiayai persoalan yang ditimbulkan oleh anaknya,” ujarnya

Pada kesempatan yang sama, Kepala dinas dispora Lombok Tengah H Lalu Dipta menegaskan bahwa Lmbok Tengah berkomitmen untuk mendukung kegiatan seperti ini.

Menurutnya, narkoba ini adalah sumber dari segala kejahatan, sebelumnya dikasi murah bahkan gratis namun lama-lama harus bayar, karena ketagihan terus akhirnya anak sekolah yang harusnya uang bayar SPP tapi dipakai beli narkoba.

“Kalau tidak cukup dia akan intip-intip uang orang tuanya dan pasti dia akan ambil diam-diam. Tidak hanya itu sampai barang-barang yang ada dirumahnya semua dijual, motor juga akan dijual saking butuhnya uang untuk beli narkoba karna kecanduan,” tuturnya

Narkoba ini tidak boleh di dekati tapi harus di kenali supaya tidak di tipu-tipu, jangan sampai nantinya dibohongi.

“Ditangan kalianlah anak muda nasib bangsa ini kedepannya, kalau pemudanya dirusak oleh narkoba maka hancurkan bangsa kita ini,” pungkasnya

Comments

comments