Meoldoko : Jangan Coba-Coba Pertentangkan Pancasila Dan Agama

0
60
Foto : Kepala Staf Kepresidenan Jend (Purn) Moeldoko (MetroNTB/Dok KSP)

Jakarta, MetroNTB.com – Presiden Jokowi dalam berbagai kesempatan kerap mengungkap fakta, bahwa Indonesia dihuni oleh lebih dari 700 etnis, dengan 17.000 pulau, dan panjang pantai 81 ribu kilometer atau dua kali keliling bumi.

“Kompleksitas mengelola bangsa ini tergambar dari luas dan beragamnya negeri ini,” kata Kepala Staf Kepresidenan Jend (Purn) Moeldoko dalam acara diskusi publik bertema “Menuntaskan Pembangunan untuk Seluruh Indonesia” yang digelar oleh Universitas Indonesia dan Aliansi Kebangsaan, di JCC Jakarta, Selasa malam (10/7)

iklan RSUD NTB

Presiden Jokowi juga mengatakan saat mengunjungi Afghanistan, selalu diingatkan, oleh Presiden Afghanistan, negerinya sudah 40 tahun terjebak dalam pertikaian, meski hanya terdiri atas 6 etnis.

Oleh karena itu, mantan Panglima TNI itu berharap agar bangsa ini terus memperkuat nilai-nilai kebangsaan yang dibangun atas nilai luhur, kultural, dan religius.

“Untuk itu, jangan coba-coba memperdebatkan apalagi mempertentangkan antara ideologi dan agama. Antara ideologi Pancasila dan agama adalah sesuatu yang serasi,” tegasnya.

Dinas Perin NTB

“Nilai-nilai ideologis dan nilai-nilai agama, tolong untuk tidak dipertentangkan. Justru harus saling memperkuat,” tandasnya.

Meoldoko juga mengingatkan, nilai intelektual harus terus dikembangkan di kampus-kampus. Jangan sampai kampus didominasi oleh paham yang tidak sejalan dengan tradisi intelektual.

“Sekarang yang terjadi, kita tidak berpretensi menuduh,  justru kegiatan-kegiatan ekstra kurikuler semakin menonjol. Seharusnya, intellectual knowledge yang dikembangkan,” ungkapnya

Menyinggung soal minoritas dan mayoritas, Kepala Staf Kepresidenan berharap, bangsa ini jangan terjebak pada dikotomi tersebut.

“Jika hal tersebut dikembangkan bangsa Indonesia akan sibuk dengan hal-hal yang tidak perlu dan sulit menggapai kemajuan,” ujarnya

Moeldoko lantas memberi contoh bagimana Korea Utara terus membangun dirinya, terutama kekuatan militernya.

Di sisi lain, Korea Selatan, tetangganya fokus memikirkan kesejahteraan rakyatnya. Ini sebuah pilihan. Rakyat sejahtera dan dengan demikian bisa membangun kekuatan militer yang luar biasa. Atau kekuatan militernya kuat, tetapi kesejahteraan rakyatnya masih dipertanyakan.

“Sama, kita jangan hanya sibuk dengan persoalan-persoalan yang tidak substansif. Sehingga tanggung jawab untuk menyejahterakan rakyat terbengkalai,” imbuhnya Moeldoko.

“Oleh karena itu di tengah situasi politik yang makin menghangat, saya berharap bangsa ini harus optimis menyongsong pesta demokrasi dengan penuh harapan dan kebanggaan,” kata Moeldoko menambahkan

Comments

comments