Menakar Kekuatan Politik Zul-Rohmi Pasca Pelantikan

0
63
Foto : Dari kanan Sekertaris M16, Lalu Athari Fathullah bersama Direktur M16, Bambang Mei Finarwanto (MetroNTB/Dok Didu)

Mataram, MetroNTB.com – Lembaga Kajian Sosial Politik M16 memandang pasca kemenangan Paslon Zul-Rohmi dalam Pilgub NTB 2018 bukan akhir perjuangan. Diduga konfrontasi dan barrier politik, khususnya di parlemen Udayana  akan menjadi batu ujian berikutnya bagi kekuatan politik Zul-Rohmi selama 5 tahun ke depan.

Hal ini terkait dengan koalisi ramping yang diusung Zul-Rohmi yakni Demokrat dan PKS dengan jumlah 14 kursi harus menghadapi hegemoni faksi-faksi politik yang ada di parlemen Udayana yang berjumlah 41 kursi.

iklan RSUD NTB

Sebagai partai yang kalah di Pilgub NTB 2018 tentu kekuatan parpol di Udayana akan memainkan sejumlah manuver politik guna menaikkan  posisi tawarnya melawan blocking politik Zul-Rohmi .

Untuk mengantisipasi hal tersebut, seandainya hal itu terjadi, mesin  politik Zul-Rohmi di DPRD NTB tidak boleh lengah dan baperan dalam mengatasi dan mengantisipasi serangan politik.

Tetap memainkan politik bandul berimbang mengatasi manuver politik konfrontasi merupakan salah cara menjaga soliditas internal agar tidak mudah dikoyak-koyak berbagai kepentingan politik itu.

Coin For Lombok

Demikianlah analisis M16, Menakar Kekuatan Politik Zul Rohmi di Parlemen Udayana pasca Pelantikan, Jumat (13/7)

Direktur M16, Bambang Mei Finarwanto mengatakan, pasva pelantikan Zul-Rohmi kelak, diduga akan menjadi titik krusial mendapatkan legitimasi politik dan hukum di parlemen terkait Renstra lima tahun pemerintahan Zul-Rohmi memimpin NTB.

“M16 menduga pertarungan politik di DPRD NTB akan mengemuka dan berlarut-larut jika pendekatan  management konflik yang dilakukan tidak memahami maksud,” kata Didu panggilan akrab Dir M16.

Dengan konfigurasi blocking politik yang minoritas di parlemen, Zul-Rohmi akan banyak melakukan serangkaian kompromi politik dalam upaya melakukan penetrasi politik yang dihadapi. Hal ini agar stabilitas politik tetap kondusif sekaligus sebagai filter politik Zul-Rohmi .

Meski demikian, menurut Didu jaring pengaman yang akan dimainkan oleh kelompok politik Zul-Rohmi di Udayana akan mengalami hambatan jika pucuk pimpinan parpol cuek bebek dan mengabaikan upaya upaya moderasi politik Zul Rohmi.

“Dengan hanya 14 kursi di parlemen , stabilitas politik Zul Rohmi rentan dimainkan oleh koalisi hegemoni parpol Udayana,” kata Sekretaris M16, Lalu Athari Fadlullah

Menurutnya, energi politik Zul-Rohmi akan terkuras menghadapi politik konfrontasi yang bisa jadi akan dimainkan menguji ketangguhan stamina pemimpin baru NTB.

“Striker- striker politik Udayana tentu siap menguji dan mengajak Zul-Rohmi mengikuti permainan yang diinginkan,” ujar Athar

Lobby Politik

Sekretaris M16 menengarai parpol yang kalah dalam Pilgub NTB akan makin intensif menjalin koalisi politik di parlemen Udayana untuk menekan kekuatan politik Zul Rohmi dengan berbagai isu politik yang akan dimainkan.

“Diduga isu-isu politik krusial akan dijadikan bargainning secara taktis,” katanya

Sementara itu, Didu memprediksi jika manuver politik yang dilakukan ini berlangsung masiv dan terskenario dengan cantik, bisa jadi organ politik Zul-Rohmi di parlemen akan frustasi dan lelah melakukan tangkisan.

“Celakanya lagi seandainya parpol pendukung Zul-Rohmi tidak solid dan mudah dipecah belah,” tuturnya

Didu menyarankan guna mengantisipasi perluasan isu yang melemahkan citra baik Zul-Rohmi, maka pemimpin baru NTB itu harus  tetap intensif membangun komunikasi atau lobby  politik yang elok, khususnya dengan para pimpinan parpol agar situasi politik tetap baik dan saling memahami posisioning.

“Model pendekatan politik yang akan  dilakukan Dr Zul dan Siti Rohmi adalah kunci mengatasi ekskalasi problem politik yang seandainya kelak mengemuka,” pungkasnya

Comments

comments