M16 :  Invisible Hand Dan Takdir Politik Mewarnai Pilgub NTB

0
79

MATARAM, MetroNTB.com –
Lembaga sosial dan Politik M16 menilai hasil Pilgub NTB makin sulit diprediksi karena ada invisible hand yang turut mengawal pesta demokrasi ini.

Terkait elektabilitas dan pemenang  Pilgub NTB, Direktur M16 Bambang Mei Finarwanto mengungkapkan
fenomena ini nampak dari bocoran berbagai info hasil survey semua  Paslon menunjukkan tidak ada satupun kandidat yang dominan yang elektabilitasnya diatas 30 persen. Ditambah masih tingginya swing votters rata-rata diatas kisaran 30 %.

iklan RSUD NTB

“Selain itu, jarak keterpautan masing-masing Paslon Pilgub berkisar antara satu sampai dengan dua persen dibawah toleransi margin error sekitar 3 %,” ungkap Bambang melalui keterangan tertulis yang diterima MetroNTB.com, Sabtu (19/5)

Didu sapaan akrab Direktur M16 melihat konstruksi elektabilitas seperti ini, kuat dugaan akan ada keajaiban yang memenangi Pilgub NTB.

“Bisa jadi invisible tangan dan takdir politik akan menjadi penentu akhir pemenang Pilgub NTB,” ujarnya

Coin For Lombok

Didu mengatakan, urutan elektabilitas para Paslon versi lembaga survey tidak bisa lagi dijadikan garansi atau kartu truff dalam memenangkan Pilgub NTB, karena perubahan elektabilitas bergerak dinamis secara berkala.

M16 menduga ketatnya persaingan elektabilitas para Paslon di Pilgub NTB dipengaruhi juga oleh besarnya ekspektasi pemilih dimasing-masing Kabupaten/Kota untuk memenangkan jagonya.

“Selain itu pro aktif calon dan tim sukses mendekati dan mempenetrasi wilayah pemilihnya turut memberikan kontribusi utama,” pungkasnya

M16 juga melihat ditengah kuatnya  floating mass dan pragmatisme rakyat maka strategi door to door mendatangi pemilih, setidaknya bisa meredam dan menenangkan suara hati rakyat yang terkadang kerap ambigu.

“Para pemilih pragmatis ini harus di treatment dengan cara-cara tidak biasa dan harus dikasih tanggungjawab agar ada kebanggaan buat dirinya,” cetusnya

Ditambahkannya, terkait sinyalemen di publik bahwa mesin parpol belum bergerak dalam mengakselerasikan secara nyata memback up paslonnya, Ia melihat hal tersebut harus dilihat sebagai taktik internal yang tidak semua musti dipublikasikan.

“Mesin Parpol pasti bergerak karena memiliki SDU (Self Defence Unit) yang tidak harus ditahu cara dan mekanisme kerjanya dibasis pemilihnya,” kata Didu menambahkan

Comments

comments