Lombok Dilirik Jadi Tuan Rumah Event Internasional

0
83

Lombok Barat, MetroNTB.com – Setelah event Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) 2018 yang pembukaannya mengambil lokasi di Pelabuhan Lembar pada bulan Mei lalu, Lombok Barat kembali dilirik untuk menjadi lokasi penyelenggaraan event internasional.

Konferensi internasional yang akan melibatkan para mahasiswa, pelajar, akademisi dari Australia, Selandia Baru dan negara-negara Asia Tenggara yang tergabung dalam Asean. Konferensi tersebut akan fokus membahas isyu global terkait dengan terorisme dan wawasan kebangsaan.

iklan RSUD NTB

Acara itu sendiri digagas oleh Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenkopolhukkam) RI yang menugaskan beberapa orang untuk melakukan penjajakan lokasi, kesediaan Pemerintah Daerah, serta kajian terhadap aspek keamanan di lokasi yang dijajaki.

Tim tersebut terdiri dari Kolonel Kun Wardana, Kombes (Pol) Drs. Sutekad Mujiharjo, SH., MH, Wahyu Permana, dan Khairuman.

Pimpinan tim penjajagan, Kolonel Kun Wardana menyatakan bahwa seluruh Kabupaten/ Kota di Pulau Lombok sedang dijajaki sebagai lokasi konfrensi yang akan diselenggarakan pada tanggal 4-6 Agustus 2018 nanti.

Coin For Lombok

Hal tersebut disampaikannya ketika bertemu Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid di ruang kerjanya, Jum’at (13/07).

Fauzan didampingi oleh Kepala Bakesbangpol Lobar, H. M. Fajar Taufik beserta staff dan mendengarkan paparan tim Kemenkopolhukkam tersebut.

Dalam konfrensi tersebut, selain membahas wawasan kebangsaan yang terkait dengan globalisasi dan terorisme, konfrensi juga akan membahas tentang fenomena media sosial sebagai alat penyebaran berita.

“Selain trend positif, trend-trend negatif pun sudah merambah ke seluruh aspek kehidupan berbangsa. Media sosial yang menjadi trend pun justru banyak menjadi alat penyebaran Berita hoax,” papar Kun Wardana.

Lombok Barat, menurut Bupati yang memenangkan kontestasi Pilkada 27 Juni itu, memiliki banyak potensi untuk menjadi sasaran riset di bidang toleransi dan stabilitas keamanan.

“Walau masuk dalam kategori rawan, kita sukses menyelenggarakan Pilkada dengan aman,” ujar Fauzan yang saat Pilkada berpasangan dengan mantan Ketua DPRD Lobar, Hj. Sumiatun.

Kondisi keamanan tersebut tambah Fauzan, ditopang oleh koordinasi yang baik dengan Forkopimda sehingga mampu mendeteksi dini hal-hal yang negatif bagi keamanan.

“Sampai saat ini Lobar tempat yang aman dan terbebas dari terorisme,” pungkas Fauzan.

Demikian juga dalam hal toleransi antar agama, Lobar dinilai sangat aman. Walau penduduknya lebih dari 6% adalah penganut umat Hindu dan agama lainnya, mereka bisa rukun berdampingan dengan umat Islam yang mayoritas dan lebih dari 92%.

Tim penjajakan dari Kemenkopulhukkam tersebut tidak hanya menggali informasi dari Bupati selaku orang nomor satu di Lobar, namun juga akan mendatangi Kapolres Lobar dan Dandim 1606 Lobar di hari yang sama.

Comments

comments