KSP : 3,5 Tahun Jokowi Telah Bangun Infrastruktur Yang Merata

0
98
Kepala Staf Kepresidenan, Jend (Purn) Moeldoko saat memberikan sambutan pada peringatan Adz-Zikrol Hauliyyah ke-53 Ma’had Darul Qur’an Wal Hadits Al-Majidiyyah A-Syafiiyah Nahdlatul Wathan (MDQH-NW) di Anjani, Lombok Timur, Minggu, 24 Juni 2018 (MetroNTB/Istimewa)

LOMBOK TIMUR, MetroNTB.com – Di hadapan kurang lebih tujuh ribu jama’ah Nahdlatul Wathan (NW), Anjani, Lombok Timur, NTB, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) Moeldoko memaparkan arti penting infrastruktur dalam membangun peradaban baru Indonesia.

“Dalam 3,5 tahun pemerintahan Jokowi telah membangun infrastruktur yang merata di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Moeldoko dalam sambutannya pada peringatan Adz-Zikrol Hauliyyah ke-53 Ma’had Darul Qur’an Wal Hadits Al-Majidiyyah A-Syafiiyah Nahdlatul Wathan (MDQH-NW) di Anjani, Lombok Timur, Minggu, (24/6/2018)

iklan RSUD NTB

Meoldoko menyayangkan adanya sebagian kecil orang yang masih melihat pemerintah hanya membangun fisik belaka.

“Saya tegaskan, pembangunan infrastruktur adalah membangun sebuah konektivitas,” tegasnya

Menurutnya, bukan hanya pembangunan fisik dan ekonomi, tapi juga pembangunan budaya dan sosial.

Coin For Lombok

“Misalnya, pembangunan kereta LRT dan MRT. Jika sudah beroperasi nanti, akan tumbuh budaya antre,” cetusnya

Meoldoko mengatakan, dampak pembangunan infrastruktur juga menciptakan keadilan sosial. Semisal harga BBM di perbatasan. Daerah terpencil seperti di Papua sudah sama dengan di Jawa.

“Ini akan menimbulkan rasa nasionalisme, cinta tanah air. Dari Jawa Sentris menuju Indonesia Sentris,” tandasnya

Sementara itu, lanjut Moeldoko, memasuki Revolusi Industri 4.0, di mana kemajuan teknologi informasi akan dominan dan memunculkan perubahan cepat, pemerintah memfokuskan pada pembangunan sumber daya manusia.

“Selain itu, pemerintah juga telah membuat peta jalan menyambut kemunculan revolusi baru berbasis teknologi digital ini,” tuturnya

Sehubungan dengan pembangunn sumber daya manusia Indonesia, mantan Panglima TNI 2013-2015 tersebut sangat yakin madrasah dan pondok pesantren dapat menjadi tempat terbaik dalam membangun karakter bangsa.

Hal ini didasarkan pada pengalaman dirinya saat kecil yang tumbuh dan didik oleh seorang kiai di sebuah surau di Kediri, Jawa Timur.

“Mungkin banyak yang tidak percaya, Moeldoko kecil hidup di surau atau langgar. Sampai dengan saat ini, saya meyakini bahwa madrasah, pondok pesantren tempat paling baik mendidik karakter bangsa,” ucapnya

“Pembangunan karakter suatu bangsa, harus dimulai dengan pendidikan yang disiplin. Itu ada di madrasah dan pesantren,” kata mantan Wakil Gubernur Lemhanas menambahkan.

Comments

comments