KPP NTB Akan Gelar Bedah Buku ‘Fiqih Demokrasi’ 27 Februari Mendatang

0
34

MATARAM, MetroNTB.com – Dalam rangka menyambut pesta demokrasi Pilkada serentak di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Komunitas Partisipasi Publik (KPP) NTB menggelar bedah buku ‘Fiqih Demokrasi’ karya Rapung Samuddin, Lc., MA pada 27 Februari mendatang.

Demikian disampaikan Ketua KPP NTB, Syamsul hadi, S.Pd di Mataram, Rabu malam (31/01)

Karman Ad

Syamsul mengatakan, buku ukuran 14. 5×21 cm dengan tebal 446 halaman yang diterbitkan oleh Gozian Press Jakarta pusat akan di bedah di beberapa Pondok Pesantren di pulau Lombok.

“Buku Fiqih Demokrasi yang banyak  membahas seputar Islam dan politik. Isu Islam dan politik sesungguhnya bukanlah hal yang baru,” ujarnya

Syamsul mencontohkan karya Imam Wawardi yang menulis kitab ‘Al Ahkam Al Sulthoniyah’. Kitab legendaris tersebut menjadi salah satu referensi politik legendaris sejak dulu hingga masa kontemporer.

Pemprov 300×600

“Selain itu, kitab ‘Khilafah Walmulk’ karangan Allamah Syeihk Abul A’la Al Maududi seorang pemikir Islam Pakistan,” tuturnya

Lebih lanjut, Ketua IPNU NTB menjelaskan, di antara bahasa yang di soroti Al Maududi maupun para ulama lain yang hidup se zaman maupun sesudahnya adalah demokrasi.

Demokrasi yang paling dekat saat ini adalah Pilkada serentak, menurutnya, tingkat partisipasi publik dalam memilih lebih cendrung merasa tidak ada manfaat secara langsung bagi kehidupan nyata.

“Hal ini mungkin akibat dari maraknya koprupsi dan atau mungkin money politik hingga kampanye hitam,” katanya

Tentu ini semua, jelas Syamsul membuat masyarakat pemilih kebingungan, sehingga menolak demokrasi baik secara situasional maupun secara ekstrim dengan mengharamkan demokrasi.

“Sehingga keberadaan KPP dapat mendorong Pesantren dan masyarakat luas untuk memberikan hak pilihnya di Pilkada yang akan datang,” tandasnya

“Kami berharap tingkat partisipasi publik terhadap pemilu akan meningka. Sehingha demokrasi kita di NTB akan berjalan dengan baik,” pungkasnya

Comments

comments