Kawin Massal Seribu Wali Dalam Bingkai Budaya Sasak

0
85

Kawin Massal Seribu Wali Dalam Bingkai Budaya Sasak

Lombok Tengah, MetroNTB.com – Event kawin massal seribu wali (Proses Penyerbukan Buah Naga) dalam bingkai budaya sasak resmi digelar di taman wisata alam buah naga Dusun Dasan Agung Kebun Indah (DKI), Sabtu 2/1/19.

Kegiatan ini diinisiasi oleh Kelompok Geo Wisata Samalas Tanak Beak Kecamatan Batukliang Utara Lombok Tengah yang sudah dipersiapkan jauh hari sebelumnya.

Dalam laporan Ketua Pokja Geo Wisata Tanak Beak Indra menyampaikan ucapan terimakasih kepada pihak yang terlibat dalam kegiatan ini guna mensukseskannya.

Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan kawin massal seribu wali ini dilakukan pada malam hari saat bunga buah naga mekar. Dalam pelaksanaannya dari tanggal 2-3 Februari diakhiri dengan senam zumba dilaksanakan pada pagi minggu bersama dinamic studio diikuti oleh masyarakat setempat.

“Tiada lain kegiatan ini sebagai bentuk promosi dengan potensi-potensi wisata untuk dikembangkan kedepan sehingga bisa terkenal ke khalayak publik yang lebih luas dalam mendongkrak ekonomi masyarakat desa,” urai Indra.

Eko Sukmanto mewakili Bappeda Provinsi NTB dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan cukup menarik terkait kegiatan event kawin massal seribu wali yang menggelitik membuat orang bertanya.

“Ternyata Kawin massal Seribu Wali ini adalah proses penyerbukan buah naga bunga yang sudah mekar yang pelaksanaannya pada malam hari,” ungkapnya.

Harapnya kegiatan ini bisa berlanjut dilakukan setiap musim buah naga. Selaku pemerintah tentunya sangat mendukung bisa sukses kegiatan ini.

Apalagi kegiatan ini dibingkai dengan budaya sasak dari zaman nenek moyang memberlakukan setiap memulai bercocok tanam dengan prosesi yang begitu apik dan teliti sehingga hasil yang didapatkan menjadi berkah.

Selanjutnya Agus Jayadi mewakili Dinas Pariwisata NTB memberikan apresiasi kepada teman-teman pokdakwis Geo Wisata Samalas tanak beak yang telah berkreasi dan berinovasi bisa menyelenggarakan kegiatan ini sehingga bisa dikenal masyarakat luas sebagai bentuk edukasi wisata desa yang berkelanjutan.

Sebagai bentuk simbolis ritual pembukaan kawin massal yaitu dengan memecahkan empat kendi berisi air suci meminta berkah dari tangan-tangan mulia.

Dalam acara yang begitu sakral tersebut turut hadir perwakilan Bappeda NTB, Dinas Pariwisata Provinsi NTB dan Kabupaten, Dinas Perindustrian NTB, serta Dewan Kesenian Daerah (DKD) lombok tengah, tokoh Agama dan para tamu undangan lainnya. (San/Mn)

Comments

comments