JMM Ajak Masyarakat Lotim Antisipasi Munculnya Paham Anti Pancasila

0
60

LOMBOK TIMUR, MetroNTB.com – Belakangan ini, paham ekstrim menjadi ancaman keharmonisan bangsa Indonesia yang datang dari berbagai macam sumber, baik dari internal bangsa maupun luar negeri melalui media sosial.

Jaringan Masyarakat Madani (JMM) semua kalangan untuk mengantisipasi dan menvegah dini terjadinya konflik-konflik sosial di kalangan masyarakat. Dan mengantisipasi munculnya faham-faham yang bertentangan dengan Pancasila sebagai Ideologi bangsa kita,” ujar Koordinator Program Jaringan Masyarakat Madani (JMM), Syamsul Hasan Basri saat dialog publik di Kwarcab Lotim, Selasa (30/1)

Karman Ad

Seperti diketahui bahwa mayoritas penduduk masyarakat Lombok Timur adalah beragama Islam. Kabupaten ini memiliki paling besar jumlah penduduk dibandingkan dengan jumlah penduduk di Kabupaten/Kota lainnya di Provinsi NTB.

“Maka potensi munculnya konflik itu menjadi besar. Dari itulah mesti harus diidentifikasi dan deteksi sejak dini, apa yang menyebabkan hal ini terjadi dan bagaimana cara kita bersikap untuk menghadapi permasalahan-permasalahan tersebut,” kata Samsul

Menurutnya, sebagai salah satu langkah antisipasi diperlukan ruang-ruang dialog, diskusi atau pertemuan semacam dialog seperti ini dalam rangka memahami esensi dasar dari problem sosial kemasyarakatan.

Pemprov 300×600

“Jaringan Masyarakat Madani (JMM) sebagai bagian dari kelompok masyarakat yang secara sadar menginisiasi dialog publik dengan tema ‘Membangun Harmonisasi Bangsa, Menangkal Faham Ekstrim di Kabupaten Lombok Timur,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, hadir sebagai narasumber, Kasubid PMS Kesbangpoldagri, Lalu Dami Ahyani menegaskan bahwa pihaknya telah mengoptimalkan jejaring Kamptibnas melalui Kecamatan se- Lombok Timur melakukan setiap bulan.

“Kegiatan tersebut rutin dilakukan untuk menangkal disharmonsiasi dan mencegah terjadi konflik sosial di masyarakat,” tegasnya

“Keharmonisan kita terus menerus harus terjaga dan dipertahankan,” lanjutnya

Sementara, perwakilan Kemenag Lombok Timur, Makinuddin memaparkan bahwa ekstrim dalam aqidah tidak apa-apa dalam.

“Tapi menjelekkan dan mendeskreditkan orang lain, itu menjadi masalah. Tidak sepaham sama orang lain dan berpotensi untuk berkonflik,” katanya

Menurutnya, Lombok Timur ini adem-ayem, dari segi bahasa itu berkonflik, di suwela dan lainnya.

“Al hamdllah berhasil kita redam, dan sesungguhnya hal tersebut menjadi kekayaan di masyatakat kita, kalau yang lain tidak ada kaitannya dengan agama,” tegasnya

Dirinya mengakui bahwa masyarakat tidak lepas dari radikalisme, fundamentalisme dan terorisme.

“Bagaimana peran kita untuk menyelesaikan masalah ini, melihat secara nasional, terjadinya konflik itu ternyata memang digunakan oleh orang barat, seolah olah pelakunya adalah orang Islam, terlepas dari itu, apapun itu jika mengancam NKRI, maka kita harus menangkal,” tandasnya

Pada kesempatan yang sama, Baznas Lombok Timur, H. M. Qusyairi mengingatkan agar jangan memaksakan kehendak kepada orang lain.

“Mugkin mereka berlum menerima sudut pandang kita, jangan justifukaksi orang itu aliran keras dan lain-lain, tapi pahami apa yang mereka bicarakan dan cara mereka berpikir,” ucapnya

“Jadilah insan yang cerdas baik spritual, intelektual maupun emosional dan itu semua ada dalam Al Qur’an,” imbuhnya

Ia mengajak peserta untuk merenungkan peristiwa yang sering kali menyisakan konflik, diantaranya Pilkada, Pilkades, Pilkadus.

“Sebenarnya apapun pilihan kita sesuaikan dengan naluri kita, maka jangan saling menjelekkan. Karena itu akan menimbulkan konflik di masyarakat yang lebih besar,” pungkasnya

Comments

comments