Irbanus Inspektorat NTB Pastikan Semuan Pengaduan Masyarakat Ditangani Proporsional

0
64

MATARAM, MetroNTB.com – Inspektur Pembantu Khusus (Irbansus) pada Inspektorat Provinsi NTB, Gde Putu Aryadi sekaligus Sekretaris Tim Operasional Satgas Saber Pungli NTB menegaskan bahwa Inspektorat Provinsi NTB menyediakan layanan khusus untuk  menampung dan menangani segala bentuk pengaduan dari masyarakat yang dikelola secara profesional dan proporsional sesuai kewenangan yang ada.

“Tidak boleh ada satu pengaduan-pun yang dipetieskan,” tegasnya usai mengikuti Rakor di Polda NTB, Senin (7/2)

ADS IRZANI

Terlebih, laporan tersebut mengandung indikasi penyimpangan yang berpotensi merugikan masyarakat atau daerah.

Dijelaskan oleh Gde sapaan akrabnya, Unit layanan pengaduan yang bertajuk “Lapor Inspektorat NTB” itu dilengkapi tiga macam layanan pengaduan/lapor inspektorat.

Pertama “lapor inspektorat” secara langsung dimana pelapor datang ke unit layanan pengaduan di Kantor Inspektorat NTB untuk menyampaikan pengaduannya.

Di unit layanan ini, aduan masyarakat akan diterima oleh para petugas piket  yang merupakan para auditor irbansus.

Kemudian para petugas akan menerima pernyataan aduan tersebut, yang dituangkan kedalam berita acara beserta bukti dan dokumen pendukung permulaan lainnya.

Selanjutnya para petugas langsung melakukan telaah kasus, yang dituangkan kedalam draf laporan sebagai bahan pertimbangan bagi pimpinan untuk mengambil langkah penanganan selanjutnya.

Kedua, lapor inspektorat secara elektronik, dapat dikirim melalui email laporinspektorat@ntbprov.go.id
atau melalui NTB SMS Centre 0811391300. Dan bisa juga melalui inbox facebook Inspektorat provinsi NTB.

Ketiga, lapor inspektorat melalui surat yang dikirimkan kepada inspektur provinsi NTB disertai bukti pendukung permulaan.

Antusias masyarakat NTB melaporkan adanya dugaan penyimpangan oleh pejabat publik, menurut Gde terbilang cukup tinggi.

Sebagai contoh pada bulan januari saja, pihaknya mengaku telah menerima 8 aduan masyarakat tentang dugaan penyimpangan yang berpotensi pungli atau korupsi.

“Seluruh aduan tersebut saat ini sedang diproses lebih lanjut,” pungkasnya

Comments

comments