IPNU NTB Berperan Sebagai Pendidik Pemilih

0
66

MATARAM, MetroNTB.com – Tahun 2018 merupakan tahun politik di semua Daerah Indonesia termasuk Nusa Tenggara Barat. Pilkada merupakan wujud sistem demokrasi yang berlaku di Indonesia dan setiap warga negara memiliki ruang dan peluang yang sama untuk berkompetensi.

Begitu pula masyarakat termasuk didalamnya pelajar yang sudah berusia 17 ke atas khususnya memiliki pilihan yang banyak terhadap siapa yang akan dipilihnya mengingat sistem pemilihan langsung.

ADS IRZANI

Demikian ditegaskan oleh Ketua IPNU NTB, Syamsul hadi, S.Pd serta jajarannya dalam menghadapi Pilkada serentak adalah menjadi Pendidik pemilih usai rapat pleno I Tahun 2018 di Aula Kantor PWNU NTB Jln Pendidikan No 6 Kota Mataram.

Pendidikan pemilih, menurutnya bukan pendidikan politik, apalagi politik uang dan mengarahkan kepada salah satu calon pemimpin dengan memakai nama organisasi IPNU.

“Peran itulah yang harus digarap dan ditunaikan oleh IPNU sebagai penyeimbang terhadap kondisi pragmatis sebagian masyarakat,” ujarnya

Syamsul mengatakan, IPNU harus memberikan pendidikan pemilih, membantu KPU dalam mensosialisasikan semua calon pemimpin (ingat, mensosialisasikan semua calon pemimpin, bukan mengarahkan kepada salah satu calon pemimpin).

Selain itu, juga membantu BAWASLU akan kesadaran bahwa integritas politik itu ketika kita tidak dapat disuap, membentuk kesadaran bahwa memilih pemimpin bukan berdasarkan uang, menciptakan sikap berani menolak segala bentuk politik uang, dan menumbuhkan kepedulian akan adanya pelanggaran kampanye sehingga berani mencegah dan melaporkan pelanggaran tersebut.

“Sikap-sikap tersebut saya pikir sangat dibutuhkan di tengah krisis figur dan krisis moral di tengah budaya pragmatisme sehingga memandang apapun dapat dilakukan dengan transaksi uang, termasuk gelaran pemilu” jelasnya

Jika jajaran IPNU hingga cabang dan komisariatan yang ada di NTB mampu menjalankan perannya sebagai pelaku pendidikan pemilih, maka efeknya akan menjadi luar biasa.

Selain sebagai penyeimbang dan lawan dari pragmatisme politik, IPNU akan mampu membentuk jaringan pemilih yang berkualitas dan berintegritas di kalangan pelajar dan pemilih pemula.

“Terlebih lagi, karakteristik pelajar adalah sangat erat dengan adanya faktor lingkungan termasuk per group atau teman sepermainan”. katanya

Dengan demikian, IPNU NTB akan dapat membumikan bahwa segala bentuk pelanggaran kampanye atau pemilu itu bukan hanya dosa, tetapi juga merendahkan integritas sebagai pemilih yang bermartabat.

Serendah itukah kita sebagai pemilih sehingga mudah terjebak dalam segala bentuk pelanggaran pemilu dan politik uang?

“Saya pikir tidak semua seperti itu apa palagi kalangan pelajar, yang terpenting adalah semua kita menggunakan hak pilih sesuai hati nurani karena dengan cara itulah kita ikut serta dalam mensukseskan pilkada serentah khususnya tahun 2018” pungkasnya

Comments

comments