Inilah Kondisi Dapur Umum Posko Utama Lobar

0
30
Kondisi Dapur Umum di Posko Utama Pengungsian Lombok Barat. (MetroNTB.com/ist)

Lombok Barat, MetroNTB.com – Di sebuah dapur umum berukuran 3×5 meter tampak puluhan personil Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) sejak subuh sudah mulai sibuk beraktivitas. Ada yang memasak nasi, merebus telur, menggoreng tempe dan lainnya.

Dapur umum yang dikelola Dinas Sosial Lobar yang kini berada di Posko Utama Tanggap Bencana Gempa Bumi Lombok Barat ini sebelumnya dikirim untuk membantu korban gempa di Kabupaten Lombok Utara (KLU) sejak gempa pertama mengguncang Lombok (29/7) lalu.

iklan RSUD NTB

Gempa kedua yang mengguncang Lombok pada (5/8) lalu juga berdampak hebat di Kabupaten Lombok Barat. Akibatnya ribuan warga terpaksa mengungsi.

Untuk menyediakan logistik makanan bagi para pengungsi, Pemkab Lobar terpaksa menarik beberapa tenaganya termasuk dapur umum yang ada di KLU.

Dapur umum di Posko Utama ini sudah mulai beroperasi sejak Rabu (8/8) lalu. Keberadaan dapur umum ini diharapkan dapat meringankan beban para korban di kamp pengungsian.

Coin For Lombok

Saat ini dapur umum yang berada di Posko Utama mendistribusikan nasi bungkus ke wilayah Kecamatan Lingsar dan Gunungsari.

“Untuk saat ini dapur umum yang ada di Posko Utama bisa mensuplay sekitar 3.000 bungkus nasi dengan pembagian jatah masing-masing waktu pagi, siang dan malam. Masing-masing 1.000 bungkus sekali makan,” ungkap Kepala Dinas Sosial Lobar, Hj NM Ambaryati di Posko Utama, Jum’at (10/8).

Agus Suhaili selaku Koordinator Dapur Umum Posko Utama mengatakan, saat ini dapur menghabiskan sekitar 3.5 kwintal beras sehari. Sedangkan bahan seperti bawang, cabe, minyak dan bahan baku lainnya tergantung kebutuhan yang dimasak.

“Untuk bahan bakunya sendiri didrop oleh Dinas Sosial. BPBD bahkan masyarakat sekitar yang tidak terkena dampak gempa pun turut mengantarkan sayur-sayuran,” tuturnya.

“Nasi bungkus dibagikan dengan lauk seperti telur, mie, sayur-sayuran dan sejenisnya. Kita mulai memasak sekitar jam 3 pagi dan pukul 7 sudah siap untuk didistribusikan. Itu untuk makan pagi harinya. Selanjutnya kita menyiapkan diri untuk masak kebutuhan siang dan malam harinya,”  pungkasnya.

Comments

comments