Hadiri Peluncuran Proyek Pendidikan Pariwisata Berkelanjutan, Ini Pesan Wagub NTB

0
90

Lombok Tengah, MetroNTB.com – Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd menghadiri acara Peluncuran Proyek Pengembangan Pendidikan Pariwisata Berkelanjutan (STED) di hotel D’ Max Hotel Lombok Tengah, Selasa (16/10).

Dalam sambutannya, Rohmi menekankan agar kerjasama ini betul-betul diperhatikan kesinambungan pelaksanaan dan kualitas outputnya.

ADS IRZANI

“Kalau sudah datang expert dari luar, agar digali betul, jika ada kerja sama dengan kita. Saya titip kepada Bapak Direktur Poltekpar Lombok untuk dimanfaatkan ilmunya,” ujarnya singkat.

Sebelumnya, Duta Besar Raymund Furrer menjelaskan bahwa Proyek Pengembangan Pendidikan Pariwisata Berkelanjutan atau Sustainable Tourism Education Development (STED) merupakan salah satu proyek di bawah payung besar program kerja sama Pariwisata Indonesia-Swiss yaitu Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia atau sustainable Tourism Development in Indonesia (STDI).

“Proyek ini akan mendorong pendidikan kejurusan dan sistem ganda/dual track. Sistem ganda ini merupakan karakteristik utama pendidikan jejuruan di Swiss,” katanya.

Di dalam sistem ini pembelajaran siswa di sekolah dan tempat kerja bersifat saling melengkapi, sehingga sekolah akan memiliki hubungan yang erat dengan pasar tenaga kerja. Hal ini yang akan mendorong peran aktif sektor swasta dalam dunia pendidikan.

“Indonesia merupakan negara prioritas kerja sama Swiss. Program kerja sama ini mendukung pembangunan Ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan dengan dua tujuan strategis, yaitu meningkatkan penyediaan layanan Publik serta berkontribusi terhadap sektor swasta yang lebih kompetitif dan menciptakan pekerjaan,” tutur Furrer.

Hadir dalam acara Duta Besar Raymund Furrer, Kepala Kerja sama Ekonomi dan Pembangunan dari Kantor Pusat SECO di Swiss, Mr. Kurt Kunz, Calon Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Ibu Ir. Rizki Handayani Mustafa, MBTM Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata RI, dan Drs. H. Hamsu Hanafi, Direktur Poltekpar Lombok. (MN)

Comments

comments