Gubenur NTB Silaturahmi Ke Radar Madura

0
99

MADURA, MetroNTB.com – Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi bersilaturahim dengan seluruh jajaran media Jawa Pos Radar Madura, di Madura, Jawa Timur, Minggu (11/02)

Tuan Guru Bajang (TGB) diterima General Manager Jawa Pos Radar Madura, M. Tojib, Kordinator liputan, Lukman Hakim AG, Redaktur Jawa Pos Radar Madura, Moh. Subhan dan Manager Keuangan, Khodijah.

Saat itu, TGB mengatakan, pers atau media memegang peranan penting bagi terciptanya pembangunan daerah yang lebih baik.

Hal ini saya dirasakan saat memimpin NTB selama dua periode.

Menurutnya, pers telah memberikan kontribusi besar bagi tumbuhnya optimisme masyarakat dalam membangun.

“Saya berharap Radar Madura sebagai media terbesar di Madura menjadi katalisator pembangunan,” ujarnya

Sehingga, menjadi Madura yang lebih hebat. Radar Madura bisa mendorong percepatan dan melengkapi seluruh elemen yang ada.

“Bisa undang pemangku kepentingan untuk berdiskusi dan membahas hal-hal penting menyangkut kepentingan masyarakat,” imbuhnya

Selain itu, pertemuan yang berlangsung santai dan penuh keakraban, TGB berbagai pengalaman bentang bagaimana membangun pariwisata yang maju dan menyejahterakan.

Salah satunya adalah branding wisata halal yang saat ini sedang dikembangkan oleh pemerintah dan masyarakat NTB.

TGB mengungkap bahwa antara NTB dan Madura memiliki sedikit kesamaan. Salah satunya adalah wisata religi.

“Saya lihat di Madura ini sudah punya modal untuk pembangunan wisata,” tuturnya

TGB memaparkan, kesamaan lain adalah dari silsilah keIslaman dari kedua daerah itu yakni Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid memiliki guru di Mekkah yang juga merupakan guru dari para ulama ulama di Madura.

“Dengan kesamaan itu, maka banyak hal yang bisa dikerjasamakan, termasuk mengenai pertanian dan peternakan,” paparnya

TGB menjelaskan untuk membangun pariwisata, di samping merubah presepsi masyarakat mengenai dampak pembangunan pariwisata, juga penguatan visi oleh pemerintah daerah menjadi hal penting.

“Kami sepakat bahwa di NTB buang menjadi core pembangunan itu adalah pariwisata dan pertanian,” ungkapnya

Kemudian yang harus diperkuat untuk membangun pariwisata adalah  regulasi atau aturan-aturan yang mengatur tumbuh kembang nya pariwisata.

“Dan memperkuat sinergi dengan seluruh komponen yang ada di daerah,” tandasnya

Untuk menguatkan sinergi itu, Tambah TGB adalah mengundang seluruh elemen, mulai dari anak muda hingga orang tua, pihak swasta dan para alim ulama atau tuan guru.

“Awalnya menolak, namun setelah diberikan pemahaman termasuk merujuk pada konsep Islam, akhirnya disetujui,” katanya menambahkan

Comments

comments