Gelar Pelatihan, BP3TKI Gandeng OJK

0
43

MATARAM, MetroNTB.com – BP3TKI Mataram bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar pelatihan Training Of Traniners (TOT) kepada ratusan peserta dari stakhorlder Pekerja Migran Indonesia (PMI), bertempat di Hotel Puri Indah Mataram, Kamis (8/2)

Peserta yang berasal para instruktur Pembekalan Akhir Pemberangkatan (PAP) baik yang berasal dari BP3TKI Mataram maupun Dinas Ketenagakerjaan Provinsi NTB, CO KKBM di wilayah NTB, Kepolisian, PPTKIS, Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN) dan LSM.

Karman Ad

Kegiatan yang dipandu oleh Kepala BP3TKI Mataram, Joko Purwanto. Adapun materi yang diberikan yaitu Pengenalan OJK, Pengelolaan Keuangan, Kredit Usaha Rakyat (KUR) PMI, Remitensi dan Asuransi PMI oleh OJK, BRI, BNI dan BPJS Ketenagakerjaan.

Dalam kesempatan tersebut, Joko menjelaskan ratusan peserta merupakan orang yang bersinggungan langsung dengan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

“Sehingga, kami berharap training yang diberikan bisa meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, khususnya PMI,” ujar Joko

Pemprov 300×600

Menurutnya, peserta diharapkan mempu menyampaikan dan menerapkan langsung di lapangan, apa yang sudah dipelajari hari ini.

“Agar PMI mengerti bagaimana mengelola keuangan dalam hal menggunakan layanan keuangan seperti perbankan, asuransi dan sebagainya,” kata Joko

“Literasi dan inklusi keuangan bagi warga NTB terutama PMI dan Keluarganya sangat penting untuk bisa mengelola keuangannya,” sambung Joko

Sementara, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, Wildan mengatakan ekonomi NTB tumbuh berkembang melalui remitensi PMI yang menyapai angka 7,1 Triliyun.

“Bahkan, uang yang masuk ke NTB dari para pahlawan devisa ini hampir menyamai total APBD Provinsi NTB,” tuturnya

Wildan menilai angka tersebut secara real mungkin lebih besar lagi.
Hal ini berdasarkan masih banyaknya PMI asal NTB yang menggunakan cara konvensional saat mengirim uang ke keluarganya.

Salah satunya dengan menitipkan kepada PMI lainnya yang akan pulang ke NTB sehingga tidak tercatat pada lembaga-lembaga keuangan yang memberikan laporan.

“Remitensi yang besar seperti itu tidak akan terasa manfaatnya jika tidak dikelola dengan baik,” cetus Wildan

Wildan berharap, dengan pelatihan ini makin banyak warga NTB, terutama PMI yang memiliki literasi keuangan bisa mengerti pentingnya berinvestasi untuk hari tua.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK, Horas Tarihoran menjelaskan tujuan diadakannya acara pelatihan ini yaitu agar para peserta mampu mengedukasi warga NTB terutama PMI dan keluarganya untuk mengenal OJK, mengelola keuangan dan menumbuhkan jiwa wirausaha.

Dengan demikian, kedepan keluarga PMI yang mendapatkan kiriman uang dari luar negeri mampu mengolah keuangan sesuai dengan kebutuhan.

“Hasil mereka bekerja bisa menjadi modal setelah mereka kembali ke Indonesia,” pungkasnya

Comments

comments