Forum Pemuda Lombok Minta Mahally Fikri Tabayyun

0
315
Ketua Forum Pemuda Lombok, Wahyu Satriadi (Foto/Istimewa)

LOMBOK TENGAH, MetroNTB.com – Statment TGH. Mahally Fikri tentang bahaya “tuselak-tuselak politik itu” sangat disayangkan. Ungkapan Mahally Fikri terkesan tendensius dan tidak mencerminkan sikap seorang tokoh dan ulama.

“Apa sih tuselak politik itu? Kan tidak jelas”, ungkap ketua Forum Pemuda Lombok, Wahyu Satriadi, Jum’at malam (29/6)

iklan RSUD NTB

“Lagipula sangat tidak pantas seorang ulama terlalu mengumbar dan membuka potensi-potensi konflik di masyarakat,” sambungnya

Pernyataan Mahally Fikri menurut Wahyu bisa menjadi fitnah apalagi dialamatkan untuk daerah tertentu saja.

“Ini kan tendensius dan berpotensi fitnah, mestinya seorang ulama mengayomi masyarakat agar tetap terjaga dalam harmoni dan kebersamaan,” ujarnya

Coin For Lombok

Ditegaskannya, Pilkada itu cuman 5 tahun sekali, tetapi keutuhan bermasyarakat itu jangka panjang dan lebih utama.

“Jangan karena soal kekuasaan dan kepentingan duniawi kita kemudian berbicara seenaknya,” tegasnya

Wahyu juga mengatakan, jika ungkapan Mahally Fikri itu harus dievaluasi.

“Kami minta TGH. Mahally Fikri tabayyun, potensi pelanggaran itu bisa dilakukan siapa saja”, terangnya. Tidak ada yang suci dalam politik, semua berpotensi melakukan kesalahan dan pelanggaran,” cetusnya

Dikatannya, tahapan Pilkada NTB belum berakhir, Paslon yang menang belum jelas.

“Mari kita tunggu putusan KPU, karena merekalah yang berwenang menentukan hasil akhir. Jangan karena bernafsu untuk menang, semua cara, issue dan persangkaan dibuat,” ungkapnya menyayangkan.

Semua pihak terkait harus menjaga diri, dengan tidak memancing di air keruh.

“Jangan mencari kambing hitam untuk pembenaran kelompoknya dan menyudutkan kelompok tertentu”, sarannya.

“Kita percayakan semua proses politik ini pada para penyelenggara pemilu, disana ada KPU dan Bawaslu. Semua bukti pelanggaran dan kecurangan silahkan diserahkan kepada yang berwenang tanpa kita mengabaikan proses pengawasan mandiri,” sarannya.

Diakhir wawancara, Wahyu Satriadi menghimbau kepada semua elemen masyarakat untuk menjaga kondusifitas. Menurutnya proses pemilu belum selesai, belum ada yang dikatakan menang maupun kalah.

“Mari kita tunggu dengan senyum, bahagia dan riang-gembira, bukan marah-marah apalagi dengan mengeluarkan stetmen-stetmen yang kontraproduktif dan kekanak-kanakan,” himbaunya

Comments

comments