Ermalena: Pilar Kebangsaan Menjadi Benteng NKRI

0
102
Dra.Hj.Ermalena,MHS saat memberikan materi tentang Pilar Kebangsaan bagi masyarakat Lombok Timur.

Lombok Timur,MetroNTB.Com-Anggota DPR RI Dapil NTB, Hj. Ermalena MHS, menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Ponpes Nahdlatus Shaufiyah Wanasaba, Minggu, 29 April 2018. Kegiatan itu dihadiri oleh tak kurang dari 400 warga setempat, bersama Pimpinan Ponpes Nahdlatus Shaufiyah, H. Suhaili.

Secara umum, kegiatan sosialisasi empat pilar MPR RI yang digelar Hj. Ermalena berlangsung sukses dan lancar. Melalui kegiatan ini, para konstituen Hj. Ermalena mendapatkan pencerahan kembali mengenai pentingnya pemahaman serta pengaplikasian empat pilar tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih, di tengah tantangan bangsa yang saat ini kian kompleks.

Seperti diketahui, Empat Pilar MPR RI merupakan empat hal yang perlu menjadi sandaran dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Empat Pilar MPR itu terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Pancasila merupakan elemen yang menjadi ideologi bangsa Indonesia. Ideologi Pancasila lahir dari kesepakatan seluruh rakyat Indonesia. Pancasila merupakan dasar dalam pembentukan dan penegakan negara Indonesia yang digali kembali dari nilai-nilai luhur bangsa yang sudah tumbuh di tengah masyarakat kita. Oleh para pendiri bangsa Indonesia, Pancasila kemudian dirumuskan dalam bentuknya yang seperti kita kenal sekarang.

Sementara itu, UUD Tahun 1945, atau disingkat UUD 1945 atau UUD ’45, merupakan bentuk hukum dasar tertulis. UUD 45 adalah konstitusi yang menjadi muasal berbagai aturan hukum di negara Republik Indonesia. UUD 1945 disahkan sebagai undang-undang dasar negara oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945.

Adapun Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI merupakan bentuk negara Indonesia saat ini. Bentuk negara kita ini disebutkan secara tegas dalam Pasal 1 Ayat 1, UUD 45 yang berbunyi sebagai berikut ; “Negara Indonesia ialah Negara Kesatuan yang berbentuk Republik”.

Selain itu, ketentuan menyangkut bentuk negara ini juga dijelaskan lebih lanjut dalam pasal 18 UUD 1945 ayat (1) yang menyatakan ; “Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi dan daerah provinsi itu dibagi atas kota dan kabupaten, yang tiap-tiap kota, kabupaten dan provinsi itu mempunyai pemerintahan daerah yang diatur dengan undang-undang”.

Pilar keempat, yaitu Bhinneka Tunggal Ika, adalah moto, atau slogan hidup masyarakat Indonesia. Slogan ini lahir dari fakta bahwa masyarakat Indonesia memiliki tingkat keberagaman yang sangat tinggi. Mulai dari suku, agama, ras, dan golongan.

Bhinneka Tunggal Ika diabadikan pada lambang negara Indonesia, yaitu Garuda Pancasila. Frasa ini berasal dari bahasa Jawa Kuno yang artinya adalah “Berbeda-beda tetapi tetap satu”. (*jk)

Comments

comments