Dorong Daya Saing  Industri Nasional, Ini Langkah Kemenperin

0
43

JAKARTA, MetroNTB.cok – Kementerian Perindustrian terus mendorong peningkatan kegiatan penelitian, pengembangan dan perekayasaan (Litbangyasa) di dalam negeri, terutama guna menguatkan daya saing industri nasional.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (BPPI) Ngakan Timur Antara mengatakan bahwa upaya ini sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0.

iklan RSUD NTB

“Salah satu strategi prioritas nasional yang perlu dilakukan adalah pembentukan ekosistem inovasi agar dapat mempercepat laju hilirisasi riset untuk sektor manufaktur di Tanah Air,” kata Ngakan melalui keterangan resmi yang diterima MetroNTB.com, Jumat (18/5).

Menurutnya, inovasi yang terkait litbangyasa menjadi penggerak tumbuhnya industri nasional.

“Untuk itu, dalam rangka mewujudkan industri kita yang mandiri, berdaya saing dan maju perlu ditopang dengan strategi hilirisasi riset yang tepat,” ujarnya

Coin For Lombok

Bahkan, kata dia inovasi menjadi salah satu di antara 12 pilar yang menentukan daya saing suatu negara di kancah internasional.

Dalam Global Competitiveness Report yang dirilis oleh World Economic Forum untuk periode tahun 2017-2018, Indonesia menduduki peringkat ke-36 dari 137 negara dengan poin inovasi di peringkat ke-31.

“Indeks daya saing Indonesia di kancah global tersebut mengalami peningkatan lima peringkat dari tahun 2016 di posisi ke-41 menjadi posisi ke-36 pada 2017,” tandasnya

Sementara Kepala Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) Bandung Budi Susanto mengungkapkan, guna semakin memacu daya saing tersebut, unit pelayanan teknis di bawah BPPI Kemenperin terus berkontribusi sebagai penggerak inovasi karya-karya litbangyasa di dalam negeri terutama untuk penguatan industri nasional.

Misalnya, Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) Bandung, turut mengambil peran dalam rangkamenginisiasi inovasi hingga hilirisasi riset termasuk untuk menuju implementasi industri 4.0.

“Melalui berbagai hasil litbangyasa yang telah dilakukan khususnya di bidang material fungsional dan diversifikasi energi, B4T mendongkrak peningkatan daya saing industri, substitusi impor hingga tumbuhnya industribaru di beberapa sektor,” tutur Budi

Dipaparkannya, beberapa produk litbangyasa yang telah dihasilkan para peneliti dan perekayasa B4T, antara lain palang pintu perlintasan kereta api berbahan komposit sandwich yang kuat dan ringan terbuat dari fiberboard serat kelapa dan honeycomb.

“Rancangan bangun purwarupa pengolahan pasir silika lokal sebagai pengganti pasir Ottawa yang digunakan pada pengujian industri semen,” cetusnya

Selain itu, perekayasaan perangkat lunak pada Compressed Natural Gas Electronic Control Unit (CNG ECU) sebagai substitusi impor, pembuatan dan implementasi sistem baterai ion litium.

Temuan ini dapat dimanfaatkan untuk produksi powerbank, panel surya, hingga mobil listrik.

“Para peneliti dan perekayasa B4T juga telah mampu menciptakan inverter untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), membuat Wafer Silicon sebagai bahan baku sel surya dengan menggunakan metode Ingot Sectioning dan Wire Sawing, serta mengimplementasikan teknologi RFID pada sistem manajemen rantai pasok, khususnya di industri komponen otomotif,” paparnya.

Budi menyebutkan, B4T telah melakukan beberapa kerja sama dengan industri di dalam negeri mengenai implementasi hasil litbangyasa.

Perusahaan tersebut, antara lain PT Siliwangi Wirakarya Ganesa, PT Semen Baturaja, PT Hartono Istana Teknologi, PT Semen Tonasa, dan CV Bintang Daya Perkasa.

Selain bidang litbangyasa, B4T juga berkontribusi kepada masyarakat industri melalui layanan jasa pengujian, kalibrasi, sertifikasi sistem mutu dan lingkungan, sertifikasi produk SNI, inspeksi teknik, vokasi industri, hingga konsultansi.

“Seluruh upaya tersebut dilakukan demi mewujudkan Indonesia menjadi negara 10 besar ekonomi terkuat di dunia pada tahun 2030 melalui peningkatan produktivitas karena kemajuan teknologi dan inovasi,” pungkasnya

Comments

comments