Disdag Bersama Polda NTB Sidak Perusahan Pengumpul Migos Hingga Rumah Makan

0
344

MATARAM, MetroNTB.com – Tim terpadu Dinas Perdagangan NTB bersama Tim Satgas Pangan Polda NTB melakukan Sidak ke beberapa perusahaan pengumpul minyak goreng bekas dan rumah makan di wilayah kota Mataram, Kamis (25/1)

Pantaun MetroNTB.com sidak dipimpinan oleh Kepala Dinas Perdagangan NTB, Dra. Hj. Putu Selly. Sidak pertama di CV. Lumintu Energi Persada (LEP) Jalan Brawijaya Seganteng, Cakranegara Selatan Kota Mataram.

Kadis Perdagangan NTB, Hj. Putu Selly Andayani bersama Tim cek minyak goreng bekas di CV Luminto Energi Persada

Rombongan diterima oleh Pimpinan CV. LEP Bali Nusa Tenggara, Ismu Waluyo didampingi oleh stafnya Muhammad Jaini menjelaskan terkait operasional dan administrasi perijinan CV. Lumintu yang saat ini masih dalam proses pengurusan di Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram.

“Adapun minyak goreng bekas yang telah dikumpulkan akan dikirim ke Kantor Utama CV. Lumintu Energi Persada di Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur untuk dipergunakan sebagai bahan baku biodiesel/biosolar, yang merupakan pengganti energi bumi yang semakin langka,” ungkap Ismu

Pada kesempatan tersebut Kadis Perdagangan NTB, Dra Hj. Putu Selly meminta agar CV. Lumintu segera mengurus penyelesaian ijin-ijin yang dibutuhkan.

“Agar segera dapat bekerjasama dengan pihak hotel, restaurant, gerai waralaba dan rumah makan untuk mengambil minyak goreng bekas yang dihasilkan,” ujar Selly

Selly mengkhawatirkan minyak goreng bekas tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dan digunakan oleh UKM, seperti pedagang gorengan, dan usaha ekonomi lainnya yang tersebar di wilayah NTB.

Selanjutnya, sidak kedua di PT. Anugrah Mandiri Jaya Energi, Jalan Brawijaya No. 200, Kelurahan Mandalika Kecamatan Sandubaya Kota Mataram.

Rombongan diterima oleh Direktur PT AMJE, Ridho Kurniawan. Ia menerangkan bahwa PT nya merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengumpulan dan pengangkutan limbah B3 termasuk juga limbah minyak goreng bekas.

“Kami sudah memiliki surat-surat perijinan yang lengkap dan standar operasional sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” kata Rihdo dihadapan Kadis Perdagangan NTB bersama rombongan.

Kadis Perdagangan NTB, Hj Putu Selly saat tiba di lokasi PT AMJE

Saat ini, lanjutnya, PT. AMJE telah menjalin kerjasana dalam pengambilan minyak goreng bekas, diantaranya Hotel Santika, Lombok Plaza, Lombok Raya, Aston dan Hotel Fave.

“Sedangkan beberapa hotel maupun restaurant lainnya telah disosialisasikan, namun sampai saat ini belum ada realisasinya,” tuturnya

Sementara, Kadis Perdagangan mengingatkan agar pihak PT. AMJE ikut mengawal Surat Edaran Gubernur Nomor: 510/111/TAHUN 2017, tanggal 26 April 2017 tentang Larangan Penjualan Minyak Goreng Bekas di Prov. NTB.

“Sehingga tidak digunakan oleh pedagang gorengan dan usaha pengolahan makanan lainnya, karena sangat berbahaya untuk kesehatan serta tidak dapat dijamin kebersihan, kehalalan dan mutunya,” beber Selly

Terakhir, sidak di Rumah Bakso Brawijaya, Jalan Brawijaya Gang Raden Ayu No. 1 Kelurahan Mandalika Kecamatan Sandubaya Kota Mataram.

Setiba di lokasi, Kadis Perdagangan bersama tim terpadu melakukan pengecekan penggunaan minyak goreng, namun karyawan tidak ada yang bisa memberi keterangan yang jelas sehingga tim melakukan pemeriksaan ke bagian dapur.

“Minyak goreng bekas yang dihasilkan langsung dibuang ke saluran pembuangan air limbah sehingga tidak ada yang disimpan,” kata Rosa salah satu kariyawan Rumah Bakso Briwijaya

Kadis Perdagangan NTB, Dra. Hj Selly Andayani menyampaikan Surat Edaran Gubernur terkait larangan penjualan minyak goreng bekas.

Kadis Perdagangan NTB, Hj. Putu Selly Andayani saat cek langsung dapur Rumah Makan Bakso Briwijaya

Selly menekankan agar Rumah Bakso bekerjasama dengan Perusahaan Pengumpul Limbah untuk mengambil minyak goreng bekas yang dihasilkan serta tidak boleh dibuang sembarangan.

“Jangan sampai minyak goreng bekas yang dihasilkan dipergunakan kembali untuk proses pengolahan makanan, karena hal tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan,” pungkasnya

Comments

comments