Jpeg
EXTRA HOT IKLAN

DOMPU (MetroNTB) –  Ardi (34), Warga Kabupaten Sumba, Provinsi NTT pada Selasa (11/10/2016) pagi, ditahan di Mapolres Dompu bersama kedua rekannya. Ardi ditahan Polisi sekitar pukul 10.00 Wita saat melintas  dipertigaan Taman Kodim 1614 Dompu lantaran kedapatan oleh Polisi (Intelijen, red) mengangkut satu unit sepeda motor yang tidak memiliki surat yang lengkap  menggunakan Dum Truk bernomor Polisi DK 9536 UC dengan ditutupi oleh terpal warna Biru.

MEDIUM IKLAN

Dalam dum truk tersebut, Polisi menemukan 6 unit kendaraan sepeda motor, Puluhan dus Buku, alat fitnes dan peralatan memasak. Dari keenam unit sepeda motor tersebut, satu unit sepeda motor dengan nomor polisi DK 2705 AZ  yang diduga bodong karena menggunakan BPKB foto Copy, sementara STNK nya asli.

LOW HOT IKLAN

“Tadi saya ditahan setelah melewati pertigaan di Taman Kodim (Desa Manggeasi Dompu, red). Saya dari Bali mau ke Sumba. Barang yang saya angkut ini adalah barang titipan. Ada satu motor yang saya angkut menggunakan BPKB foto Copy tapi STNK nya asli koq, itulah sebabnya saya ditahan oleh Intel tadi,” terang Ardi, saat ditemui media ini di Mapolres Dompu.

Dikatakannya barang yang diangkatnya tersebut merupakan barang titipan dari warga Sumba yang tinggal di Denpasar Bali. Kata dia, dirinya hanya bekerja sebagai jasa pengangkut barang kiriman atau titipan. “Itu barang titipan, saya akui kalau itu ada sepeda motor yang menggunakan BPKB foto Copy. Saya juga tidak pernah mengangkut barang yang tidak memiliki surat yang lengkap,” tandasnya.

Iklan Akhir Artikel

Atas ditahan dirinya oleh Polisi, Ardi mengaku bingung. Pasalnya kata dia, sejak ditahan, Polisi yang menahannya itu tidak muncul di Polres Dompu dan dirinya belum juga dimintai keterangan oleh Polisi. “Saya juga bingung, ditahan atau gimana. Intel yang tahan saya juga engga ada di sini. Sebelum ditahan di situ (Pertigaan Taman Kodim, red) saya sempat ditahan oleh Petugas LAJL di Pintu masuk Kota Dompu (Desa Madaprama, Kecamatan Woja Dompu, red). Mereka meminta uang Rp 400 ribu kepada saya dan saya kasih,” jelasnya.

“Setelah itu ditengah perjalanan lagi, saya ditahan oleh LAJL dan satunya itu ngaku Intel, mereka juga minta uang, saya kasih lagi Rp 400 ribu. Tidak sampai satu kilo saya jalan, kembali lagi ditahan di Pertigaan itu. Saya menduga mereka ini komplotan, uang penyeberangan saya habis ditengah jalan,” jelasnya.

Sementara itu, terkait masalah ini, Pihak Polres Dompu yang hendak ditemui oleh media ini, tidak bisa ditemui. Hal ini berdasarkan Polres Dompu tengah sibuk membantu Tim Penyidik Polda NTB dalam memeriksa 134 CPNS K2 Dompu. (Fk)

Comments

comments