Delegasi Bangladesh Studi Banding Ke BP3TKI Mataram

0
91
Kepala BP3TKI Mataram, Joko Purwanto saat berfoto bersama delegasi study banding dari Banglades (MetroNTB/Roby)

MATARAM, MetroNTB.com – Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Mataram menerima kunjungan studi banding dari Ministry of Expatriates’s welfare and Overseas Employment atau Kementerian Keselamatan Ekspatriat dan Tenaga Kerja Luar Negeri Republik Rakyat Bangladesh yang dipimpin Joint Secretary Md Nazibul Islam didampingi Rahnuma Sakam Khan dari International labour Organization (ILO)

Delegasi Bangladesh tersebut disambut langsung oleh Joko Purwanto, Kepala BP3TKI Mataram, Joko Purwanto beserta jajarannya.

iklan RSUD NTB

Joko mengatakan, NTB sebagai provinsi peringkat empat penempatan TKI ke luar negeri dengan penempatan mencapai 11.843 per 30 mei 2018.

Saya rasa NTB menjadi tempat yang tepat untuk belajar pengelolaan Tenaga Kerja Luar Negeri.

“Terlebih di NTB terdapat Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten tertinggi dalam penempatan TKI ke luar negeri se-Indonesia.

Coin For Lombok

Joko juga berharap, sebagai negara pengirim tenaga kerja ke luar negeri, Indonesia dan Bangladesh bisa saling belajar satu sama lain dalam hal pengelolaan tenaga kerja luar negeri.

“Saya berharap pertemuan ini dapat menghasilkan pertukaran pandangan, informasi maupun pengalaman dalam pelayanan pekerja migran” ujarnya

Sementara, Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI Mataram, Noerman Adhigua memberikan paparan mengenai bagaimana Indonesia mengelola data PMI melalui sistem komputerisasi yang terpusat dan terintergrasi yakni SISKOTKLN.

“Sesuatu yang belum pernah ada di negara dengan angka penempatan tenaga kerja luar negeri hingga 1 juta pertahun ini,” paparnya

Dikatannya, Sistem Infografis Pelayanan Perlindungan dan Pemberdayaan (SIPITR3) sebagai salah satu program unggulan BP3TKI Mataram dalam hal penanganan kasus.

“Melalui sistem ini setiap kinerja penanganan kasus dan pemberdayaan TKI Purna bisa menjadi lebih terukur,” tandasnya

Delegasi Bangladesh menyebut SIPIT3 BP3TKI Mataram sebagai “terobosan yang istimewa”.

Saat itu, delegasi Bangladesh mengaku tertarik untuk mengadopsi sistem SIPITR3 tersebut sebagai alat pengukuran penanganan kasus Kenaga Kerja di Luar Negeri di Bangladesh.

“Kami akan jadikan sebagai alat masyarakat Bangladesh mengetahui proses penempatan dan penanganan kasus para pekerja migran,” ungkap Md Nazibul Islam

Ia juga memberikan apresiaai terhadap program kerja di BP3TKI Mataram terkait capaian penempatan, perlindungan, pemberdayaan, sosialisasi dan pelayanan lembaga pendukung penempatan.

Kerjasama BP3TKI Mataram bersama Universitas dalam Program KKN Tematik dinilai merupakan langkah yang tepat untuk penyebarluasan informasi dan penekanan angka penempatan ilegal.

“Tidak berbeda dengan Indonesia, Bangladesh juga menghadapi masalah tingginya Pekerja Migran Non Prosedural,” ucap Nazibul

Menurutnya, kedua negara menilai bahwa bekerja di luar negeri secara non prosedural sangat potensial untuk mengalami masalah sehingga secara langsung merugikan yenaga kerja dan keluarga yang ditinggalkan.

“Untuk menekan angka Pekerja Migran Non Prosedural, Bangladesh membuka pelayanan di negara penempatan untuk pengurusan dokumen,” cetusnya

Sehingga Pekerja Migran Non Prosedural bisa menjadi prosedural, hal ini juga secara tidak langsung melindungi jika terjadi resiko kerja.

Selain itu Bangladesh juga menerapkan sertifikasi International untuk pekerja migrannya.

“Hal ini dilakukan agar Pekerja migran bisa di akui secara standar negara penempatan, sehingga mendapat gaji lebih baik,” katanya menambahkan

Comments

comments