Debcolektor Smart Finance Rampas Satu Motor Milik Konsumen

0
46

MATARAM, MetroNTB.com – Kericuhan sempat mewarnai Kantor Smart Finance yang beralamat di jalan Catur Warga Mataram  menyusul aksi perampasan unit sepeda motor milik salah seorang konsumen.

Kendati demikian pihak Smart Finance membantah tak melakukan perampasan dan berdalih sekedar mengamankan unit sepeda motor yang diketahui bermerk Scopy berwarna putih dengan nomor polisi DR 3752 CM karena BPKB (Bukti Pemilik Kendaraan Bermotor) kendaraan diagunkan sebagai jaminan usaha.

Karman Ad

Bahri Ramdani, korban perampasan unit sepeda motor didampingi keluarga langsung mendatangi kantor Smart Finance yang beralamat di jalan Catur Warga tersebut pasca unit sepeda motor yang dikendarainya dirampas ditengah jalan oleh empat orang laki-laki yang mengaku sebagai debcolektor dari perusahaan pembiayaan kredit.

Namun kedatangan Bahri Ramdani untuk mengambil kembali unit sepeda motor miliknya berakhir ricuh. Pasalnya sejumlah debcolektor perusahaan pembiayaan ini ikut pasang badan dan mengajak ribut, sehingga kericuhanpun tidak dapat dihindari

“Saya kemari meminta baik-baik sepeda motor yang telah diambilnya di tengah jalan, namun pihak Smart Finance tidak mau menyerahkan malah mereka mengajak ribut,” kata Bahri kepada awak media di Mataram, Senin (5/2).

Pemprov 300×600

Sementara pihak debcolektor (leassing), Wayan mengatakan, aksi pengambilan unit sepeda motor tersebut bukan merupakan tindak perampasan melainkan untuk mengamankan saja karena BPKB motor tersebut diagunkan sebagai jaminan usaha dan konsumen melakukan penunggakan pembayaran.

Perampasan unit kendaraan konsumen pembiayaan kredit Smart  Finance di tengah jalan itu berawal dari keterlambatan angsuran selama empat bulan namun saat diminta kebijakan mengangsur dua bulan justru ditolak oleh pihak Smart Finance dan meminta debitur (konsumen) melunasi seluruh sisa pinjaman, sehingga berujung pada tindakan sepihak berupa pengambilan unit sepeda motor di tengah jalan.

Dari perjanjian kredit yang berjangka waktu 24 (dua puluh empat) bulan tersebut, debitur telah melaksanakan kewajiban mengangsur selama 14 (empat belas) kali.

Sesuai pasal Pidusial, pengambilan unit motor atau barang yang dijaminkan tak diperbolehkan sebelum melalui proses persidangan di pengadilan dan adanya putusan yang bersifat inkrah atau mempunyai kekuatan hukum tetap.

Comments

comments