Ansor Merasa Di Rugikan Soal Pemberitaan Polemik Bibit Jagung Di Kota Bima

0
315
Foto : Wakil Koordinator Jagung Nasional PP GP Ansor, Muhammad Yusuf Mansur (MetroNTB/Ndar)

Mataram, MetroNTB.com – Bagai air jernih yang mengalir kemudian ternodai, begitulah Gerakan Pemuda (GP) Ansor mengibaratkan dirinya yang kini terusik lantaran siasat buruk segelintir oknum di Kota Bima. Bantuan bibit jagung bagi petani yang selama ini disambut baik, kini menjadi citra buruk dikalangan masyarakat dan pemangku kepentingan.

Bagaimana tidak, mencuatnya pemberitaan dari media online di Kota Bima tentang pernyataan seseorang bernama Lukman yang mengaku sebagai perwakilan dari GP Ansor dalam hearing bersama DPRD dan Dinas Pertanian, sontak mematahkan hubungan baik antara Pemda dengan GP Ansor selaku pendamping usulan tambahan dari masyarakat di Provinsi NTB terhadap Kementerian Pertanian dalam pemberian bantuan bibit jagung nasional.

Kondisi ini kemudian membuat Wakil Koordinator Jagung Nasional PP GP Ansor, Muhammad Yusuf Mansur angkat bicara. Ditemui pada Jumat (16/11), Yusuf Mansur membeberkan ikhwal kerjasama pengadaan bibit jagung yang selama ini terjalin baik.

Namun sungguh mengherankan bagi dirinya, ketika munculnya statemen yang memfitnah GP Ansor menarik keuntungan dalam pendistribusian bibit jagung bagi petani tersebut. Ia bahkan berasumsi jika kemungkinan pihak Dinas Pertanian Kota Bima yang bermain.

“Pengadaan Bibit jagung pada tahun 2018 GP Ansor menbantu pemerintah provinsi NTB  menambah slot atau jatah APBN dengan maksud menjadikan NTB sebagai lumbung jagung nasional,” ujar Yusuf,

Ia menjelaskan, pendistribusian pengadaan bibit jagung ini bukan hanya di kota Bima tapi di 4 Kabupaten Lain dan semuanya mendapat sambutan baik dari pemerintah setempat dan masyarakat petani jagung. Yaitu dalam hal ini di Kabupaten Bima, Kota Bima, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Dompu.

“Pada 4 Kabupaten ini tidak ada permasalahan, namun di Kota Bima ini kok jadi masalah sekarang. Entah siapa yang bermain namun kami yang kena getahnya,” terangnya

Permasalahan lanjutnya, yang menjadi sorotan publik di kota Bima sebenarnya ada oknum yang mengaku GP Ansor yang menunggangi pada saat pendistribusian yang nota bene oknum tersebut tidak ada hubungan dengan GP Ansor.

“Tapi Kepala Dinas Pertanian kota Bima langsung berstatement di media online lokal tanpa mengklarifikasi ke Dinas Pertanian provinsi NTB untuk berkomunilasi dengan pihak kami GP Ansor,” kata Yusuf

“Sehingga persepsi di masyarakat terbentuk seolah-olah GP Ansor yang menarik Pungli,” tandasnya

Dikatannya, semula cukup tenang dan berjalan dengan profesionalisme di 4 Kabupaten lain. Maksud dan tujuan GP Ansor adalah mengawal Nawacita dari Presiden RI Joko Widodo tentang membangun negara dari Desa dan masyarakat pinggir.

“Pengawalan pendistribusikan bibit Jagung dalam upaya meningkatkan produktifitas untuk ketahanan pangan dan bahkan memenuhi nilai export ke Luar Negeri,” cetusnya

Yusuf Mansur menilai, pihaknya saat ini dijadikan sebagai pelarian dari carut marutnya proses administrasi Dinas Pertanian Kota Bima yang tak bisa diselesaikannya.

Upaya untuk menjadikan GP Ansor sebagai tumbal itupun, terus digaungkan melalui Media Lokal, guna memperkuat alibi dan menggiring opini bahwa GP Ansor lah yang harus bertanggungjawab atas setiap kesalahannya.

“Kami menduga Ini ada kemungkinan permainan dari oknum Dinas Pertanian Kota Bima. Yang membuat seolah ada fakta bahwa GP Ansor menarik pungutan dari bantuan pemerintah atas stimulan bibit jagung tersebut,” tudingnya

Ditegaskannya, ada oknum yang dijadikan tameng untuk memuluskan siasatnya, kemudian GP ansor dijadikan alat untuk memperkeruh administrasi pelaksanaan distribusi bibit oleh dinas melalui media bodong.

“Hal ini bagi kami sangat tidak manusiawi, dilakukan untuk mengaburkan kebobrokan urusan Dinasnya,” ungkap Yusuf kesal

Yusuf bahkan mempertanyakan keakuratan informasi portal berita online yang dijadikan Dinas sebagai acuan pembenaran. Berangkat dari media bodong itu, lanjutnya, proses pendistribusian untuk mempercepat upaya peningkatan pendapatan petani melalui sektor pertanian jadi tersendat.

Karenanya ia meminta kepada portal berita online yang telah membuat citra buruk terhadap GP Ansor khususnya mengenai pendistribusian bibit jagung nasional, agar segera melakukan klarifikasi kepada dirinya.

Yusuf meminta perusahan media yang menaungi portal berita tersebut segera meminta maaf, dan mencabut pemberitaannya karena dianggap tidak berimbang juga tidak memenuhi unsur jurnalistik.

“Perusahan media ini belum terdaftar di dewan pers, ulasan dalam beritanya tidak berimbang dan itu digunakan oleh dinas untuk membenarkan alibinya. Dinas ini menggunakan media gadungan,” tandasnya tenang.

Meski demikian Yusuf mengatakan, jika pihaknya tetap berkomitmen memberikan yang terbaik bagi petani guna mendukung program pemerintah untuk menjadikan NTB sebagai lumbung jagung nasional. (Ndar/Mn)

Comments

comments