Ali-Sakti Vs Suhaili-Amin Adu Pesona Playmaker Politik Handal

0
269

MATARAM, MetroNTB.com – Pemilihan Gubernur NTB 2018 mendatang dipastikan akan menarik banyak animo masyarakat. Tingkat partisipasi politik rakyat untuk memilih calon pemimpin di daerah nya akan meningkat, seiring dengan membaiknya persepsi rakyat tentang figur-figur yang mengikuti konstestasi pilkada ini.

Kecendrungan membaiknya sentimen positif dari rakyat karena pesona figur yang tampil di Pilgub NTB memiliki magnet yang kuat  dengan latar belakang maupun talenta yang dimilikinya.

iklan RSUD NTB

Direktur M16, Bambang Mei Finarwanto memprediksikan Paslon Ali Sakti akan memenangi Pilgub NTB karena dianggap pernah mengikuti Pilkada lotim 2013 silam lewat jalur independen dan menang.

“Sebagai calon independen, setidaknya Ali-Sakti memiliki loyalis votter 303 ribu lebih suara by name , by adress yang siap menjadi avant garde,” katanya, Jum’at (2/2)

Sementara, Paslon Suhaili Amin yang diusung Golkar, Nasdem dan PKB dengan 19 Kursi Parlemen equavalen 700’ribuan suara, pasti tidak mudah dikalahkan oleh lawan politiknya karena kekuatan mesin politik partai maupun dukungan jamaah Yatofa dan kaum Nahdliyin yang jumlahnya cukup signifikan menambah pundi pundi suara Suhaeli Amin.

Coin For Lombok

“Baik Ali-BD maupun Suhaili-Amin menyadari memiliki bargain politik kuat. Maka sebagai playmaker politik utama, publik akan disuguhi pesona manuver politik yang handal oleh kedua figur tersebut dalam  mengatur dan menggerakan gerbongnya meraih simpati dan dukungan rakyat,” papar Didu sapaan akrabnya

Didu menilai Ali-Sakti dan Suhaili- Amin pasti sudah mengkalkulasi dan  berhitung secara cermat soal  probabilitas maupun plus minus mengikuti perjudian politik ini.

“Yang jelas mereka tidak ingin dipecundangi dengan mudah,” tandasnya

Selain itu, kata Didu, bagi Ali Sakti dan Suhaili Amin, konstestasi Pilgub NTB ini dianggap sebagai lompatan titian karier politik ke jenjang lebih atas sekaligus prestise politik tertinggi.

“Hal ini karena mereka punya track record bertarung di arena Pilkada dan sama sama menang dua kali,” ujarnya sambil menambahkan wajar jika Pilgub NTB ini dijadikan ‘final battle’

Menurutnya sebagai gladiator politik yang mumpuni, kedua Paslon tersebut saat ini terlihat masih saling menjajaki ketahanan gerakan politiknya dalam memperebutkan simpati rakyat.

“Suhaili Amin itu, ibarat burung Nazar yg tetap memantau dari kejauhan setiap pergerakan rival politiknya,” kata Didu

Sebaliknya, Ali BD nampak makin agresif lewat kontruksi manuver politik paradoks yang kerap kontroversial.

“Ali BD sengaja membangun opini  kontroversi politik sebagai upaya menaikkan citra posisi tawarnya,” ujarnya

Dikatakannya, rangkaian kontroversi yang dicuatkan Ali BD sebagai bagian mengedukasi dan memberikan pencerahan politik.

“Rakyat harus dibangunkan kesadaran politiknya agar peduli terhadap realitas sekelilingnya,” katanya

Di sisi lain, Suhaili-Amin justru menjauhi politik konfrontasi karena menjadi kontra produktif, jika harus menambah lawan politik diluar ring.

“Suhaili-Amin terkesan low profile dan adem ayem dibalik gesekan politik yang ekskalasinya cenderung meningkat,” ulasnya

Tapi yang jelas keduanya, tambah Didu, tentu ingin menjadi yang is the best dimata konstituen.

“Semua media dipakai untuk membranding tampilannya agar makin perfect tapi berbeda strategi taktiknya,” pungkasnya

Comments

comments