EXTRA HOT IKLAN

MATARAM, MetrNTB.com – Memotret NTB dari berbagai sisi dalam usianya ke 59 tahun ini, tentu harus diakui terlihat semakin cantik dan menawan. Ibarat gadis cantik, kini Bumi Seribu Masjid ini semakin banyak dilirik, dikunjungi dan dilamar para pemuda.

MEDIUM IKLAN

Gambaran tersebut barangkali tepat untuk mengilustrasikan wajah NTB kekinian dibawah Pemerintahan TGB-Amin.

LOW HOT IKLAN

Buah dari ikhtiar pembangunan yang dijalankan secara transparan, konsisten dan fokus, mengukuhkan NTB sebagai salah satu daerah di Indonesia yang dinilai paling menarik untuk investasi.

Kebijakan pembangunan untuk pemenuhan infrsatruktur pendukung yang memadai, penguatan SDM dan berbagai inovasi serta insentif yang dijalankan pemerintahan Daerah, melahirkan prestasi berupa Atraktiveness Award dari Tempo, sebuah penghargaan yang lahir dari penelitian panjang dan cermat terhadap daya tarik suatu daerah dilihat dari berbagai aspek.

Iklan Akhir Artikel

Peringkat daya saing NTB pun mengalami lompatan peningkatan yang cukup tinggi.

Penelitian, ACI  Lee Kwan Yew School of Public Policy, sebuah Universitas terkemuka di Singapore mempublish bahwa peringkat daya saing NTB tahun 2016 berada pada posisi 19, lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang masih berada pada peringkat 26.

Lompatan besar ini tentu menggambarkan kini NTB sudah jauh berubah dari predikat ketertinggalannya. Potret pembangunan dalam sembilan tahun terakhir ini sungguh luar biasa.

Pada tahun 2015 NTB pernah mencatat rekor sebagai daerah dengan laju pertumbuhan ekonomi terbaik mencapai 9,9 persen, jauh melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya sebesar 4,9 persen.

Selama tiga tahun berturut-turut dari tahun 2014 sampai dengan 2016 pertumbuhan ekonomi NTB juga mampu konsisten berada di atas rata-rata nasional.

Gubenur NTB, Dr. TGH M Zainul Majdi diiringi berbagaimacam budaya saat HUT NTB

Kinerja ekonomi yang baik ini berimplikasi terhadap meningkatnya kemampuan pelaku ekonomi untuk menyerap tenaga kerja.

Sehingga berkontribusi penting dalam penurunan tingkat pengangguran dan angka kemiskinan. Tingkat pengangguran terbuka di NTB saat ini berhasil ditekan hingga 3,32 persen.

Jauh lebih baik dibanding rata-rata tingkat pengangguran secara nasional yang berada pada angka 5,5 persen. Dan menjadikkannya Provinsi dengan angka pengangguran terendah keenam dari 33 provinsi se-indonesia.

Penurunan angka kemiskinan ini juga menunjukan capaian yang progresif. Jika tahun 2008 jumlah penduduk miskin sebesar 23,81 persen dari populasi, maka ikhtiar bersama menurunkan kemiskinan telah berhasil mengurangi jumlah penduduk miskin pada tahun 2016 menjadi 16,02 persen.

 

Demikian juga dengan indeks ketimpangan/gini ratio Provinsi NTB sebesar 0,36 lebih rendah dari nasional sebesar 0,39.

Kemajuan itu, kemudian berperan penting meningkatkan IPM-NTB dari 64,31 poin pada tahun 2014 menjadi 65,19 poin pada tahun 2015 atau meningkat 1,36 persen. Kemudian di tahun 2016 meningkat lagi menjadi 65,81 poin (0,95%).

Sementara IPM nasional tumbuh sebesar 0,91 persen. Dengan lompatan kinerja IPM itu, NTB dinobatkan sebagai provinsi top mover dalam pencapaian IPM selama dua tahun berturut-turut.

Pemerintahan TGB-AMIN, juga berhasil memperbaiki dan meningkatkan tata kelola pemerintahan menuju pemerintahan yang lebih transparan, efektif dan akuntabel.

Keberhasilan meraih Predikat WTP 6 kali berturut-turut dalam pengelolaan keuangan daerah, merupakan bukti membaiknya sistem tata kelola pemerintahan NTB.

Bahkan Gubernur TGB dianugerahi “Pandu Negeri Award 2017” dari Institute of Public Government, sebuah penghargaan bergengsi dalam bidang manajemen dan tata kelola pemerintahan.

NTB juga meraih Anugerah Kepatuhan Tinggi Dalam Pelayanan Publik serta Penghargaan Nasional Kepatuhan LHKPN Terbaik Tahun 2017 dari Lembaga Anti Suah  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Selain itu, dalam 9 tahun kepemimpinan Gubernur TGB, NTB juga mencatat 81 buah prestasi dan penghargaan tingkat nasional dan internasional pada hampir semua sektor pembangunan.

Artinya dalam satu tahun rata-rata meraih 9 (sembilan) buah prestasi dan penghargaan.

Bahkan yang paling spektakuler adalah dianugerahkannya gelar pahlawan kepada salah seorang putera terbaik NTB Maulana Syaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, sebagai pahlawan nasional.

Comments

comments