Rektor Unram Kembali Kukuhkan Empat Guru Besar

0
Universitas Mataram (Unram) terus berupaya menambah jumlah guru besar. Berbagai upaya dilakukan dalam mendorong percepatan Guru Besar. Mulai dari penyederhanaan dan pemangkasan birokrasi yang sebelumnya dua tingkat di tingkat fakultas dan universitas, menjadi satu tingkat saja yakni tingkat fakultas
Foto : Rektor Unram Prof. Dr. H. Lalu Husni, SH., M.Hum saat pengukuhan guru besar di ruang Sidang Senat Gedung Rektorat Unram yang disiarkan secara daring melalui kanal Youtube Universitas Mataram, Kamis, (25/3/2021)

Mataram, MetroNTB.com – Universitas Mataram (Unram) terus berupaya menambah jumlah guru besar. Berbagai upaya dilakukan dalam mendorong percepatan Guru Besar. Mulai dari penyederhanaan dan pemangkasan birokrasi yang sebelumnya dua tingkat di tingkat fakultas dan universitas, menjadi satu tingkat saja yakni tingkat fakultas.

“Tujuannya agar menjadi lebih efektif dan efisien,” ungkap Rektor Unram Prof. Dr. H. Lalu Husni, SH., M.Hum dalam acara pengukuhan guru besar di ruang Sidang Senat Gedung Rektorat Unram yang disiarkan secara daring melalui kanal Youtube Universitas Mataram, Kamis, (25/3/2021) lalu.

Menurut Rektor ke 9 Unram ini, semakin besar rasio guru besar maka reputasi Perguruan Tinggi akan semakin meningkat. Untuk itu ia berharap jumlah professor akan terus meningkat signifikan setiap tahunnya.

Rektor kampus nomor satu di NTB ini mengaku jumlah professor (guru besar) di Unram memang terus bertambah dari tahun ke tahun. Pada tahun 2020 saja, tercatat ada 8 orang tambahan guru besar.


”Dengan catatan, Guru Besar memberi nilai tambah dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan keahlian secara terus menerus,” tuturnya.

Karena itu, ia mengharapkan kepada para Dekan agar menyukseskan program skema riset percepatan guru besar yang disediakan bagi dosen lektor kepala. Khususnya untuk melakukan penelitian bersama professor yang luarannya berupa publikasi jurnal internasional bereputasi yang akan dipakai sebagai syarat wajib pengusulan guru besar. Dengan menugaskan professor dan lektor kepala untuk melakukan penelitian bersama.

”Selain itu, saya mengharapkan kepada Guru Besar berperan lebih aktif dalam meraih dana-dana penelitian baik pada level nasional maupun internasional. Lebih-lebih program pendanaan yang disediakan oleh Kementerian seperti Matching dan Competitive Fund,” terangnya.

”Semoga dengan bertambahnya jumlah professor (Guru Besar), kinerja institusi (Unram) akan lebih baik lagi, lebih-lebih di tengah persaingan global di era disrupsi ini,” imbuhnya.

Empat orang guru besar yang dikukuhkan dalam acara pengukuhan tersebut, antara lain Prof. Dr. H. Zainal Asikin, SH., SU dengan Konsentrasi Hukum Bisnis di Fakultas Hukum, Prof. Dr. H. M. Arba, SH., M.Hum dengan Konsentrasi Hukum Agraria di Fakultas Hukum, Prof. Dr. H. Sudiarto, SH., M.Hum dengan Konsentrasi Hukum Bisnis di Fakultas Hukum dan Prof. Dr. I Wayan Suana, S.Si., M.Si dengan Konsentrasi Biologi di Fakultas MIPA.

Keempat guru besar yang dikukuhkan ini menaikkan jumlah guru besar Unram menjadi 64 orang. (*)

Comments

comments