Kades Pagutan Bantah Tudingan Kongkalikong dengan Pokmas

0
Kepala Desa Pagutan Batukliang Subandi membantah tudingan warga yang menduga dirinya kongkalikong dalam penunjukan UD tempat pengambilan barang material permbangunan Rumah Tahan Gempa (RTG)
Foto : Kepala Desa Pagutan Batukliang Subandi membantah tudingan warga yang menduga dirinya kongkalikong dalam penunjukan UD tempat pengambilan barang material permbangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) (MetroNTB/Ist)

Lombok Tengah, MetroNTB.com – Kepala Desa Pagutan Batukliang Subandi membantah tudingan warga yang menduga dirinya kongkalikong dalam penunjukan UD tempat pengambilan barang material permbangunan Rumah Tahan Gempa (RTG).

“Tuduhan dan tudingan bahwa saya melakukan penujukan terhadap UD tempat pengambilan barang material untuk RTG itu tidak benar adanya,” tegasnya saat dikonfirmasi MetroNTB.com, Rabu 7 Maret 2021.

Subandi mengatakan sebagai pemerintah desa selalu menyarankan untuk melakukan pemberdayaan kepada toko bangunan yang ada di desa Pagutan.

“Setelah selesai penandatangan SK Pokmas kami sarankan untuk memberdayakan toko-toko bangunan yang ada di desa Pagutan,” tuturnya

Ia menerangkan semua fasilitator dan Pokmas keliling untuk mencari aplikator yang mau menjadi penyuplay material untuk RTG ini akan tetapi tidak ada yang siap.

“Hanya ada satu UD yang muncul dan secara administrasi sudah lengkap dan diakui oleh fasilitator. Dan dari hasil komunikasi Pokmas terjadilah kontrak kerja dengan UD ini,” terangnya

Terkait dengan harga material yang diduga adanya markup itu dijawab bahwa sudah sesuai berada dibawah SSHD Kabupaten Lombok Tengah.

“Setelah menandatangani kontrak kerja, saya diberikan list harga barang dan sempat saya konfirmasikan terkait list harga ini dan dijawab bahwa list harga ini sudah berada dibawah SSHD Kabupaten Lombok Tengah,” kata Subandi

Pihaknya juga menduga bahwa salah satu penerima RTG ini menjual bantuan RTG ini kepada salah satu toko sehingga rumahnya kemungkinan tidak bisa jadi

“Kami menduga salah satu penerima bantuan RTG ini menjual materialnya untuk membayar hutang,” kata Subandi menambahkan (Zan/Mn)

Comments

comments