Dukung Pemda Lakukan Refocusing, DPRD Loteng Berikan Catatan

0
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lombok Tengah Lalu Sarjana mengatakan, dunia pariwisata di Loteng perlu ada pembenahan supaya tidak terjadi eksploitasi anak dibawah umur di kawasan pariwisata.
Foto : Wakil Ketua DPRD Loteng Lalu Sarjana )MetroNTB/Zan)

Lombok Tengah, MetroNTB.com – DPRD Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) mendukung Pemda melakukan refocusing atau pengalihan anggaran.

“Terkait dengan satatement pak Sekda dalam hal refocusing tentunya kami lembaga DPRD mendukung langkah yang dilakukan oleh Pemda,” ujar Wakil Ketua DPRD Lalu Sarjana kemarin

Politisi PKB ini menyadari refocusing anggaran pemerintah pusat memang terdampak Covid-19. namun, Ia berharap untuk bisa saling memahami.

“Kami berharap sebaliknya untuk saling memahami bahwa kami memiliki kewajiban terhadap konstituen dan merupakan amanah undang-undang,” ungkapnya

Lalu Sarjana merasa heran dengan satatement yang sedikit-sedikit menyinggung tentang anggaran Pokir. “Ini persepsi yang keliru. Pokir bukanlah semata mata untuk personal anggota, tetapi perlu diingat bahwa undang-undang mengamanahkan kita untuk melakukan penyerapan aspirasi lewat dua hal yaitu Musrenbang dan Reses,” katanya

Ia menjelaskan dua sumber aspirasi masarakat Loteng inilah yang dipadukan hingga menjadi program utuh pemerintah daerah. Dalam hal ini RPJMD yang dituangkan di APBD yang disahkan DPRD menjadi program masarakat Loteng.

“Pokir boleh direfocusing. Saya tidak ada alasan untuk pertahankan itu, namun kita tetap berharap komunikasi dan koordinasi tetap terjaga sebagai mitra kerja yang baik. Jangan Pokir dibabat habis,” terang Lalu Sarjana

Menurutnya, Pokir sesungguhnya bukan untuk anggota tetapi aspirasi yang harus tereksekusi, karena masarakat sudah menunggu, Tidak ada beda hasil Musrebang dengan hasil Reses. Keduanya sama-sama aspirasi yang harus pertanggungjawabkan di masarakat.

“Intinya kami dukung segala langkah Pemda Loteng dengan situasi serba sulit ini, tentu dengan tidak mengabil keputusan sendiri,” imbuhnya

Ditambahkan, dengan anggaran yang dibutuhkan 119 miliar. Sementara yang sudah ada 20 miliar. Artinya masih banyak kekurangan sesuai dengan perintah pusat yangg notabene 8%, anggaran DAU kena refocusing.

“Tentu kekurangan ini yang perlu dipecahkan bersama sama. Pos-pos mana yang harus direfocusing di masing-masing OPD. Demikian juga Sekretriat Dewan dan anggaran belanja lainnya di DPRD loteng seperti perjalan dinas, kami tidak menutup diri itu dilakukannya refocusing,” kata Lalu Sarjana menambahkan (Zan)

Comments

comments