Sekda Minta Karya Masyarakat NTB Didaftarkan HAKI

0
Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi meminta inovasi dan karya yang dihasilkan oleh masyarakat NTB untuk secepatnya mendaftarkan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI)
Foto : Foto : Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi bersama Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM NTB, Haris Sukamto kegiatan Penandatanganan MoU antara Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM NTB dengan Gubernur NTB di Bidang Kekayaan Intelektual, di Hotel Aruna, Senggigi, Kamis 4 Maret 2021 (MetroNTB/Dis)

Mataram, MetroNTB.com – Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi meminta inovasi dan karya yang dihasilkan oleh masyarakat NTB untuk secepatnya mendaftarkan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI)

“Banyak produk-produk baik itu jasa, budaya, kesenian dan jenis lain yang dihasilkan masyarakat NTB, belum terdaftar pada HAKI,” ungkap Sekda saat memberikan sambutan kegiatan Penandatanganan MoU antara Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM NTB dengan Gubernur NTB di Bidang Kekayaan Intelektual, di Hotel Aruna, Senggigi, Kamis 4 Maret 2021

Pihaknya mengkhawatirkan produk-produk tersebut nantinya diklaim oleh pihak-pihak lain terlebih mengkomersialisasikannya secara masif demi meraup keuntungan.

“Masyarakat kita harus difasilitasi dan dibimbing supaya memahami tentang pentingnya kekayaan intelektual ini,” harap Sekda.

Oleh karenanya, Sekda sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar Kemenkum HAM NTB. Ia yakin dengan banyaknya HAKI yang terdaftar bisa menjadi modal berharga untuk bisa bersaing dipasar global.

“Pemrov NTB menyampaikan apresiasi, ditengah pandemi Covid-19, sudah mengingatkan masyarakat untuk berbenah untuk segera melakukan kerja-kerja administrasi, mendaftarkan karya-karya intelektual yang dimiliki. Sehingga begitu Covid berlalu, sudah siap bertempur dalam kompetisi ekonomi global di masa yang akan datang,” katanya

Sementara, Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan HAM NTB,  Haris Sukamto, menegaskan pihaknya tidak ingin warga NTB kecewa dikemudian hari, ketika apapun yang dimiliki diklaim atau dipatenkan hak intelektualnya oleh daerah lain atau negara lain.

“Jangan sampai kita baru tergopoh-gopoh, saat orang lain mematenkan karya tersebut. Kenapa itu ada disana sedangkan itu milik kita,” tegasnya.

Selain itu, Haris mengajak merubah pola pikir, betapa pentingnya  melindungi kekayaan intelektual, guna mewujudkan kemajuan kekayaan intelektual, baik kekayaan intelektual komunal maupun personal. Seperti perlindungan pengembangan dan pemanfaatan kekayaan intelektual untuk pembangunan nasional khususnya di wilayah NTB.

“Sehinga penyebarluasan informasi di bidang kekayaan intelektual, untuk pengembangan potensi industri dan ekonomi kreatif melalui pemanfaatan kekayaan intelektual, perlindungan hukum KI, pertukaran informasi dan data inventarisasi intelektual komunal dan personal dapat terlaksana dengan baik,” kata Haris menambahkan (*)

Comments

comments