BPBD Sebut Banjir di Kuta Akibat Cuaca dan Homestay Dibangun Tanpa Drainase

0
Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) mencatat bencana banjir di wilayah Lombok Tengah (Loteng) disebabkan karena curah hujan yang tinggi dan cuaca yang tidak menentu
Foto : Plt Kepala BPBD Kabupaten Lombok Tengah Ridwan Ma'ruf (MetroNTB/Zan)

Lombok Tengah, MetroNTB.com – Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) mencatat bencana banjir di wilayah Lombok Tengah (Loteng) disebabkan karena curah hujan yang tinggi dan cuaca yang tidak menentu.

“Pemerintah berpikir keras untuk bisa meminimalisir dampak dari bencana alam tersebut,” ujar Plt Kepala BPBD Kabupaten Lombok Tengah Ridwan Ma’ruf, Rabu 3 Maret 2021.

Ia menyebutkan bencana alam banjir yang terjadi di di desa Kuta, Kecamatan Pujut disebabkan oleh banyak banyak homestay yang dibangun tanpa disertai dengan drainase.

“Disebabkan juga karena hujan yang cukup lama dan curah hujan yang besar,” sebut Ridwan

Dikatakan, beda halnya dengan banjir yang terjadi beberapa hari yang lalu di kelurahan Leneng Praya yang disebabkan air kiriman dan ada sekitar 100 KK lebih yang terdampak.

“Sebagai bentuk antisipasi kita supaya tidak terjadi rendaman yang begitu lama, kita berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk membuka pintu bendungan yang Batujai supaya kota Praya tidak terendam,” kata Ridwan

Ia menjelaskan sebagai bentuk antisipas terjadinya bencana susulan dan adanya korban, pihaknya mengaku sudah melakukan pemetaan wilayah menjadi dua zona

“Zona selatan yang terdampak dengan banjirnya dan zona utara dengan dampak longsornya. Kita sudah buat peta-peta evakuasi dan meminta kepada BMKG untuk meminta info terkait dengan cuaca dan hari apa yang rawan terjadinya bencana alam,” terangnya

Pihaknya juga menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Lombok Tengah untuk tetap waspada

“Saya menghimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada,” kata Ridwan menambahkan (Zan)

Comments

comments