Mohan : Mahasiswa Mitra dan Konstruktif Pemerintah

0
Walikota Mataram terpilih, Mohan Roliskana mengatakan, mahasiswa adalah mitra kritis sekaligus konstruktif bagi pemerintah. Tak terkecuali di Kota Mataram
Foto : Walikota Mataram terpilih, Mohan Roliskana saat menyampaikan sambutan dalam acara penutupan Latihan Kader III (Advance Training) Himpunan Mahasiswa Islam Badan Koordinasi Nusa Tenggara (HMI Badko Nusra), beberapa waktu lalu di Mataram (MetroNTB/Ist)

Mataram, MetroNTB.com Walikota Mataram terpilih, Mohan Roliskana mengatakan, mahasiswa adalah mitra kritis sekaligus konstruktif bagi pemerintah. Tak terkecuali di Kota Mataram.

Demikian disampaikan Mohan saat menyampaikan sambutan dalam acara penutupan Latihan Kader III (Advance Training) Himpunan Mahasiswa Islam Badan Koordinasi Nusa Tenggara (HMI Badko Nusra), beberapa waktu lalu di Mataram.

Mohan mengungkapkan, dengan ciri akademis dan pengabdi, yang dilandasi nilai-nilai spiritualitas yang ada, mahasiswa turut bertanggungjawab untuk terwujudnya masyarakat yang adil dan berkemajuan.

“Teruslah berpikir kritis dan konstruktif untuk kemajuan masyarakat kita,” ujarnya dihadapan peserta LK III HMI Badko Nusra yang berasal dari sejumlah daerah di Indonesia itu.

Diakunya, meskipun dirinya bukan alumni HMI, namun persentuhannya dengan organisasi mahasiswa yang didirikan oleh Alm. Lapran Pane itu sudah berlangsung lama. Terlebih persentuhannya dengan alumni-alumni HMI yang menjadi tokoh nasional di negara ini.

Sementara, Ketua HMI Badko Nusra, Rizal Muhlis mengharapkan mahasiswa dapat menjadi mitra strategis dan kritis bagi pemerintah, khususnya di Kota Mataram. Rizal juga berharap, agar penerapan protokol kesehatan selama masa pandemi Covid-19 berlaku adil dan setara bagi semua, khususnya yang berkaitan dengan usaha kecil menengah dengan usaha-usaha berkategori besar.

“Pemberlakuan protokol kesehatan hendaknya tidak merugikan usaha kecil. Kelas usaha ini tetap membutuhkan perhatian agar tetap bekerja dan ekonominya bisa terus bergerak,” katanya

Sementara itu, mewakili Alumni HMI, Rosiady Sayuti menyatakan, Kota Mataram harus bisa ramah bagi semua, baik tinggal maupun berkunjung ke Kota Mataram.

“Hal ini perlu strategi dan taktik yang jitu agar semua dapat tercapai,” ucap mantan Sekda NTB yang kini menjadi Ketua Program Studi Sosiologi Universitas Mataram itu (red)

Comments

comments