Hakim Kabulkan Penangguhan Penahanan Empat IRT

0
Suasana sidang perdana empat ibu rumah tangga (IRT) didampingi oleh 50 pengacara di Pengadilan Negeri Praya, Lombok Tengah atas kasus pelemparan gudang pabrik tembakau di desa Wajegeseng, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah, Senin 22 Februari 2021
Foto Suasana sidang perdana empat ibu rumah tangga (IRT) didampingi oleh 50 pengacara di Pengadilan Negeri Praya, Lombok Tengah atas kasus pelemparan gudang pabrik tembakau di desa Wajegeseng, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah, Senin 22 Februari 2021 (MetroNTB/Zan)

Lombok Tengah, MetroNTB.com – Empat ibu rumah tangga (IRT) didampingi oleh 50 pengacara menghadiri persidangan perdana di Pengadilan Negeri Praya, Lombok Tengah atas kasus pelemparan gudang pabrik tembakau di desa Wajegeseng, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah, Senin 22 Februari 2021

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Praya, Lombok Tengah, NTB Asri mengatakan bahwa pihaknya mengabulkan permohonan penangguhan penahanan terhadap IRT terdakwa kasus pelemparan gudang tembakau.

“Berdasarkan pertimbagan majelis hakim mengabulkan permohonan penangguhan penahanan terdakwa dengan syarat terdakwa tidak melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti dan harus hadir dalam persidangan,” ujarnya

Selain itu, majelis hakim juga memerintahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (PJU) untuk mengeluarkan para terdakwa dari tahanan.

Ditegaskan, jika selama menjalani penangguhan penahanan, keempat IRT yang sempat ditahan bersama dua balita di Rutan Praya Lombok Tengah ini mengulangi perbuatannya maka majelis hakim akan mencabut penangguhan penahanan.

“Syaratnya harus melapor, kalau ada yang dilanggar maka hakim akan mencabut penangguhan penanahan,” tegas

“Sidang akan kembali dilanjutkan pada hari Kamis, 25 Februari 2021 dengan agenda eksepsi dari para terdakwa,” kata Asri menambahkan (Zan)

Comments

comments