Isu Kenaikan Gaji DPRD di Tengah Pandemi Dinilai Lukai Hati Rakyat

0
Isu kenaikan gaji DPRD Lombok Tengah di masa pandemi COVID-19 mendapat kritikan dari Lombok Update dan Lembaga Pemerhati Kebijakan Publik
Foto : Dir Lombok Update M Samsul Qomar (MetroNTB/Ist)

Lombok Tengah,MetroNTB.com – Isu kenaikan gaji DPRD Lombok Tengah di masa pandemi COVID-19 mendapat kritikan dari Lombok Update dan Lembaga Pemerhati Kebijakan Publik.

“Kenaikan gaji anggota DPRD dari Rp. 28 juta menjadi Rp.32 juta lebih di saat kondisi pandemi dan serba susah ini dinilai melukai hati rakyat,” ujar Dir Lombok Update M Samsul Qomar

Mantan anggota DPRD Loteng ini sangat menyayangkan, disaat kondisi bencana dan banyak sekolah yang roboh DPRD Loteng malah menaikkan gaji untuk kepentingan pribadi.

“TAPD juga tidak punya keberanian untuk lebih memihak kepada masyarakat. Sungguh sangat memilukan bagi rakyat kecil harusnya kenaikan gaji dewan yang Rp. 4 juta lebih dikali 50 anggota DPRD itu di anggarkan untuk bansos supaya bisa membantu masyarakat,” tutur Qomar

Coba lihat berapa angka orang yang putus bekerja saat ini dan pengangguran juga banyak terjadi tapi harus bertahan hidup.

“Mestinya pengangguran yang harus di berikan atensi. Jumlah kemiskinan di Loteng mencapai angka 13 % tapi DPRD malah naik gaji. Ini kan hanya mementingkan kepentingan pribadi saja,” cetusnya

Qomar meminta kepada DPRD untuk meningkatkan kinerja. Jangan suka bolos dan harus mempunyai kontribusi yang jelas untuk Loteng.

“Saya minta DPRD untuk menaikkan kinerjanya. Kita belum melihat kontribusinya kepada kebutuhan rakyat,” imbuhnya

Selain itu, Qomar juga mengungkapkan bahwa pengawasan DPRD terhadap pemerintah daerah dan semua OPD lemah sehingga banyak pelanggaran yang terjadi.

“Pengawasan DPRD kepada Pemda dan OPD lemah. Potensi Loteng menjadi daerah mundur bisa saja karena legislatif tidak melakukan fungsinya dengan baik,” kata Qomar menambahkan (Zan/Mn)

Comments

comments