Berbagi Kasih Sayang, Millenial NU NTB Berikan Millenial Award kepada Lima Orang Biasa yang Terlupakan

0
Banyak cara untuk menunjukkan rasa kasih sayang kepada sesama. Salah satu bentuk kasih sayang yang ditunjukkan oleh komunitas Millenial NU Bintang Sembilan NTB dengan mengadakan Millenial Award 2021 kepada 5 orang biasa yang luar biasa. Penghargaan diberikan berupa uang, pakaian dan sertifikat. Bertempat di rumah Millenial, konflek perumahan Grya Pesona Rinjani, Mataram
Foto : Banyak cara untuk menunjukkan rasa kasih sayang kepada sesama. Salah satu bentuk kasih sayang yang ditunjukkan oleh komunitas Millenial NU Bintang Sembilan NTB dengan mengadakan Millenial Award 2021 kepada 5 orang biasa yang luar biasa. Penghargaan diberikan berupa uang, pakaian dan sertifikat. Bertempat di rumah Millenial, konflek perumahan Grya Pesona Rinjani, Mataram (MetroNTB/Ist)

Mataram, MetroNTB.com – Banyak cara untuk menunjukkan rasa kasih sayang kepada sesama. Salah satu bentuk kasih sayang yang ditunjukkan oleh komunitas Millenial NU Bintang Sembilan NTB dengan mengadakan Millenial Award 2021 kepada 5 orang biasa yang luar biasa. Penghargaan diberikan berupa uang, pakaian dan sertifikat. Bertempat di rumah Millenial, konflek perumahan Grya Pesona Rinjani, Mataram.

Lima orang biasa yang luar biasa itu dianggap punya dedikasi, konsistensi dan ikhlas menjalankan profesinya dalam jangka waktu yang cukup lama. Kelima orang itu juga melayani orang tanpa membeda-bedakan asal, posisi dan jabatan.

Kelima orang itu yang beruntung itu berasal dari profesi yang berbeda-beda. Bapak Abraham yang bekerja sebagai kusir cidomo selama puluhan tahun di pasar Kebon Rowek, Ampenan. Dulu dalam sehari penghasilannya mencapai Rp.150.000–Rp.200.00, kini masa covid 19 ia hanya dapat membawa pulang Rp.20.000.

Ada bapak Mastur dari Sukaraja, Ampenan yang berdagang nasi balap sejak 1993 dari harga Rp.250 sampai harga Rp.5000. Dulu ia bisa menjual sampai 150 bungkus, kini hanya laku 25 bungkus dalam sehari.

Amaq Idi yang berdagang mie rebus di Jebak Belek, Dasan Agung sejak tahun 1967. Pelanggan utama Amaq Idi sebagian besar mahasiswa dan siswa yang ngekos di Dasan Agung. Kini para pelanggan Amaq Idi banyak yang telah menjadi orang sukses dan berhasil.

“Banyak yang datang menanyakan kabar amaq kalau ke Mataram. Mereka bernostalgia dengan masa lalunya” kata putra Amaq Idi yang mengantar bapaknya hadir.

Ada juga ibu Jamilah yang berdagang nasi bungkus di Gomong, Mataram. Ia terpaksa mengganti suami berjualan karena suaminya sedang sakit liver. Selain itu Kamaruddin alias Udin yang sudah membantu dikantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) NTB.

“Kita memberikan penghormatan kepada orang-orang biasa yang kita anggap luar biasa” kata founder dan inisiator Millenial Bintang Sembilan NTB, Akhdiansyah, SH.I saat ditemui setelah acara.

Menurutnya, para nominator Millenial Award 2021 ini dipilih berdasarkan konsistensi dan pelayananya kepada orang lain.

“Mereka telah menunjukkan konsistensi, keikhlasan dan pelayanan kepada siapa pun. Tidak pernah membedakan posisi atau jabatan untuk memberikan pelayanan kepada orang lain” tambah anggota DPRD NTB dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Hadir pada acara pemberian award pertama ini Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) NTB, H.L.Aksar Ansori, SP, Koord.Divisi Hukum Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Propinsi NTB, Umar Ahmad Seth, SH, MH,  Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Mataram, Husni Abidin, S.Ag, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Mataram, Hasan Basri, S.Pd.I dan Ketua PW LTN NU NTB, Suaeb Qury, SH.I (red)

Comments

comments