Perkim NTB Anggarkan Sekitar 1 M untuk Perbaiki Rumah Rusak Ringan

0
Dinas Perumahan dan Permukiman Nusa Tenggara Barat (Perkim NTB) menganggarkan sekitar satu miliar untuk menuntaskan perbaikan rumah rusak ringan korban gempa 2018 lalu.
Foto : Plt Kadis Perkim NTB, Jamaluddin (MetroNTB/Man)

Mataram, MetroNTB.com – Dinas Perumahan dan Permukiman Nusa Tenggara Barat (Perkim NTB) menganggarkan sekitar satu miliar untuk menuntaskan perbaikan rumah rusak ringan korban gempa 2018 lalu.

“Standarnya yang kemarin itu, rusak berat kan 50 juta, rusak sedang 25 juta dan ringan 10 juta. Nah tahun ini di Perkim sudah kita anggarkan sedikit sesuai kemampuan keuangan daerah. Kurang lebih 1 miliar  lah. itu yang ada  kita anggarkan sekarang,” ungkap Plt Kadis Perkim NTB, Jamaluddin, Selasa 26 Januari 2021

Ia berharap kepada pemerintah kabupaten/kota untuk juga menganggarkan untuk perbaikan rumah ringan bagi yang belum terakomodir oleh anggaran dari pemerintah pusat.

“Kita berharap juga ke kabupaten/kota yang masih ada masyarakatnya yang belum, semua dikerjakan rumahnya karena kurang anggaran supaya sama-sama kita sharing,” tuturnya

“Kalau kabupaten/kota berharap ke provinsi, ya sama juga kita kondisi keuangan daerah kita yang tingginya sangat memprihatinkan. Harus sama-sama kita kerjasama. Seperti itulah kira-kira harapan kami dari provinsi,” sambung Jamaluddin

Pria kelahiran Sumbawa ini juga berharap agar semua rumah warga yang rusak ringan bisa dituntaskan secepatnya.

“Kan satu rumah sekitar 10 juta.. Itu harapan kami dari provinsi supaya sekian tahun kedepan ini sudah habis diperbaiki rumah masyarakat ini,” cetusnya

Ia mengakui, hingga sekarang ini belum habis rumah yang kena gempa, sekarang di tempat-tempat lain selain di NTB banyak bencanajuga. Ada tanah longsor, ada lagi banjir di Bima, itu kan rumah masyarakat juga banyak yang hanyut.

“Itu belum kita memikirkan ke sana. Kita sama-sama kabupaten/kota untuk bisa kita kurangi. Tidak langsung sekaligus, karena kita tahu ada masalah pandemi. Kita kurangilah tiap tahun, bisa berkurang mungkin dan tuntas 2023 atau 2024  sudah selesai,” kata Jamaluddin menambahkan (*)

 

Comments

comments