Kelangkaan Pupuk Dinilai Persoalan Klasik, Dewan Pertanyakan Kinerja Pemkab Loteng

0
Kelangkaan pupuk dinilai menjadi persoalan klasik yang muncul setiap tahun. Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Lombok Tengah H Supli menilai kelangkaan pupuk bersubsidi di musim tanam akbibat lemahnya pemerintah
Foto :Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Lombok Tengah H Supli (MetroNTB/Zan)

Lombok Tengah, MetroNTB.com –  Kelangkaan pupuk dinilai menjadi persoalan klasik yang muncul setiap tahun. Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Lombok Tengah H Supli menilai kelangkaan pupuk bersubsidi di musim tanam akbibat lemahnya pemerintah.

“Masak setiap tahun kelangkaan ini terjadi. Ini bukan salahnya pengecer, seharusnya sebelum masa tanam pemerintah sudah siapkan semuanya,” kata Supli saat dikonfirmasi terkait kelangkaan pupuk di tengah masyarakat Lombok Tengah, Jum’at 22 Januari 2021.

Ia menyarankan, seharusnya ini diributkan jauh hari sebelum tanam. Kenapa harus diributkan sekarang setelah banyak petani yang menjerit.

“Kenapa harus diributkan setelah banyak petani yang menjerit ini kan keliru. Sementara jadwal tanam dan jadwal panen sudah ada. Dan besok pada saat musim panen ribut lagi terkait murahnya harga yang diambil dari petani. Apa kerjaannya pemerintah ini,” tanya politisi PKS ini.

Menurutnya, kelangkaan pupuk bukan terjadi hari ini saja, akan tetapi terjadi setiap tahun ini yang bermasalah adalah pengendali atau pemerintah.

“Pemerintah harus bertanggung jawab dan punya sikap yang tegas terkait persoalan ini. Saya rasa pemerintah tidak hadir disitu terlepas dari adanya perubahan sistem tetap pemerintah sebagai pengendali sistem,” kata Supli menambahkan (Zan/Mn)

Comments

comments