Masyarakat Ngadu Ke Dewan, Tuntut Jalan Tanak Awu-Pengembur hingga Tumpak Diperbaiki

0
Puluhan masyarakat Pengembur dan Tumpak Kecamatan Pujut mengadu ke Kantor DPRD Kabuapten Lombok Tengah untuk melakukan hearing terkait perbaikan ruas jalan penghubung Tanak Awu-Pengembur dan Tumpak, kemarin 21 Januari 2021
Foto : Puluhan masyarakat Pengembur dan Tumpak Kecamatan Pujut mengadu ke Kantor DPRD Kabuapten Lombok Tengah untuk melakukan hearing terkait perbaikan ruas jalan penghubung Tanak Awu-Pengembur dan Tumpak, kemarin 21 Januari 2021 (MetroNTB/Ist)

Lombok Tengah, MetroNTB.com – Puluhan masyarakat Pengembur dan Tumpak Kecamatan Pujut mengadu ke Kantor DPRD Kabuapten Lombok Tengah untuk melakukan hearing terkait perbaikan ruas jalan penghubung Tanak Awu-Pengembur dan Tumpak, kemarin 21 Januari 2021.

Perwakilan masyarakat desa Tumpak Tajuddin mengungkapkan ruas jalan dari Tanak Awu hingga Tumpak kondisinya rusak parah.

“Tidak banyak yang kami tuntut. Hanya perbaikan jalan ini saya yang kami tuntut kepada DPRD dan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah,” ungkapnya

Tajuddin mengatakan seharusnya ketika ada jalan yang berlubang sedikit tolong diperbaiki. Jangan sampai menunggu bertahun-tahun sehingga jalan menjadi rusak parah.

“Banyak sekali jalan yang berlubang dan rusak parah saat ini. Mohon kepada DPRD  dan Pemerintah untuk memperbaiki jalan ini. Disana ada juga banyak sekolah SD dan SMP,” katanya.

Sementara, Ketua Karang Taruna Pengembur Muhammad Sadli mengungkapkan jalur penghubung antara Tanak Awu menuju Pengembur imerupakan jalan Kabupaten dan sudah lima tahun kondisinya rusak parah.

“Kerusakan jalan menyebabkan dampak negaitif. Jalur in jalan wisata menuju ke Pantai Mawun. Kami juga pernah turun ke jalan untuk aksi penanaman pohon di tengah jalan beberapa hari yang lalu,” ungkapnya

Sebagai masyarakat merasa dikucilkan karena tidak pernah diperhatikan oleh pemerintah. Kami sangat kecewa terkait pernyataan Kadis PUPR beberapa hari yang lalu menyebutkan tidak ada anggaran untuk perbaikan jalan yang kami maksud,” katanya

Sadli juga mengeluhkan banyak yayasan dan sekolah – sekolah dari Tanak Awu menuju Pengembur, akan tetapi adik-adik tidak mau sekolah karena kondisi jalan yang masih begitu parah.

“Kami sebagai penyangga KEK Mandalika. Akan tetapi aspek budaya, pendidikan dan pariwisata juga terhambat karena kondisi jalan yang masih begitu parah,” keluh dosen UNU NTB ini

Pihaknya mengancam akan mengerahkan semua masyarakat untuk lakukan blokade jalan jika tuntutannya tidak diindahkan.

“Kami akan kerahkan semua pemuda dan masyarakat untuk melakukan aksi blokade jalan jika tuntutan kami tidak diindahkan,” ancamnyaMenanggapi tututan perwakilan masyarakat, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Lombok Tengah Andi Mardan menjelaskan kaitannya dengan SK 2017 terdapat sebanyak 39 ruas jalan yang sudah masuk status jalan Kabupaten.

“Pada tahun 2020 hanya bisa menyelesaikan 5 ruas jalan saja. Jalan Tanak Awu-Pengembur sudah berubah status menjadi jalan Kabupaten,” katanya saat menemui perwakilan masyarakat (*)

Comments

comments