Bantu Tingkatkan Kompetensi Guru Hadapi Pembelajaran Jarak Jauh

0
Sugih Bastian, koordinator pendidikan Wahana Visi Indonesia Biak, tengah menunjukkan cara penggunaan Samsung Galaxy A with S Pen. Selain menjadi salah satu sarana untuk PJJ, Samsung meyakini teknologi digital dapat semakin meningkatkan efektivitas kegiatan belajar mengajar di masa depan. Kapasitas tenaga pendidik dalam mengoperasikan perangkat komputer menjadi dasar dalam mengantarkan siswa meraih pendidikan yang lebih baik. Melalui kehadiran SSLC, Samsung mendobrak tantangan yang dihadapi tenaga pengajar di Biak, Papua. Didukung fasilitas yang memadai, inisiatif pelatihan pengenalan dan pemanfaatan teknologi berhasil dijalankan dengan merangkul 136 guru dari 66 sekolah pada tingkat SD hingga SMA untuk penerapan PJJ yang lebih optimal.
Foto : Sugih Bastian, koordinator pendidikan Wahana Visi Indonesia Biak, tengah menunjukkan cara penggunaan Samsung Galaxy A with S Pen. Selain menjadi salah satu sarana untuk PJJ, Samsung meyakini teknologi digital dapat semakin meningkatkan efektivitas kegiatan belajar mengajar di masa depan. Kapasitas tenaga pendidik dalam mengoperasikan perangkat komputer menjadi dasar dalam mengantarkan siswa meraih pendidikan yang lebih baik. Melalui kehadiran SSLC, Samsung mendobrak tantangan yang dihadapi tenaga pengajar di Biak, Papua. Didukung fasilitas yang memadai, inisiatif pelatihan pengenalan dan pemanfaatan teknologi berhasil dijalankan dengan merangkul 136 guru dari 66 sekolah pada tingkat SD hingga SMA untuk penerapan PJJ yang lebih optimal. (MetroNTB/Ist)

Jakarta, MetroNTB.com – Pembelajaran jarak jauh (PJJ) merupakan tantangan tersendiri bagi para guru di Kabupaten Biak Numfor. Dari hasil asesmen yang dilakukan oleh Wahana Visi Indonesia (WVI), mitra Samsung untuk program SSLC Biak, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Biak Numfor kepada 35 sekolah, ditemukan fakta bahwa salah satu tantangan yang harus dihadapi adalah minimnya kapasitas guru terhadap penguasaan TIK.

“Hal ini yang kemudian menggerakkan Samsung, melalui WVI, mengadakan pelatihan TIK dasar, guna meningkatkan kompetensi dan membantu guru dalam menerapkan PJJ secara optimal,” ungkap Education Team Leader WVI Mega Indrawati

Berkolaborasi dengan DPPAD Provinsi Papua, Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Provinsi Papua, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Biak Numfor, Samsung beserta WVI berhasil merangkul 136 guru dari 66 sekolah, SD hingga SMA, untuk mengikuti pelatihan.

“Dilaksanakan pada akhir tahun 2020, pelatihan ini melibatkan 12 relawan dari beberapa komunitas penggiat pendidikan, dan dilakukan secara serentak di 5 lokasi. Salah satunya adalah fasilitas SSLC di SD YPK Waupnor,” kata Mega

Dijelaskan, berbagai materi yang diberikan antara lain: cara menginstal dan menggunakan Telegram, membuat akun Google, menggunakan Google Form dan Google Meet, serta Google Classroom.

Unik dari Program SSLC Lainnya

Program SSLC Biak adalah program yang cukup unik jika dibandingkan dengan program SSLC lainnya. Tak hanya memberikan contoh pemanfaatan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar bagi guru dan siswa SD YPK Waupnor, SSLC Biak juga berkontribusi dalam membangun pemahaman masyarakat sekitar akan teknologi melalui berbagai pelatihan.

Selain pelatihan TIK dasar kepada guru-guru di Kabupaten Biak Numfor, pelatihan tentang pengoptimalan teknologi juga diberikan kepada para orang tua agar dapat mendampingi anak-anak mereka saat belajar di rumah, serta cara menggunakan email dan search engine secara efektif bagi aparat pemerintahan dan komunitas setempat. Ruang dan fasilitas SSLC pun digunakan sebagai pusat belajar atau pelatihan bagi sekolah lain dan masyarakat.

“Membuat perubahan berkesinambungan pada kehidupan anak dan masyarakat tanpa kecuali merupakan misi bersama Samsung dan WVI. Semoga yang kami lakukan melalui program SSLC untuk membantu masyarakat Biak dalam memanfaatkan teknologi, dapat menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah dan memperluas program ini di sekolah lainnya sehingga teknologi menjadi faktor pendukung untuk mempercepat dan memajukan pendidikan, serta mewujudkan kualitas hidup yang lebih baik,” tutup mega (*)

Comments

comments